Sukses Rahmani Sasirangan Lestarikan Kain Tradisional bersama Suzuki Carry Pick Up

Rabu, 10 Juli 2019 20:50 Reporter : Syakur Usman
Sukses Rahmani Sasirangan Lestarikan Kain Tradisional bersama Suzuki Carry Pick Up Rahmani Sasirangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu oleh-oleh khas Kalimantan Selatan adalah kain sasirangan dari suku Banjar. Sebagai identitas khas suku Banjar, kain sasirangan kini menjadi salah satu komoditas utama usaha kecil dan menengah (UKM) di Banjarmasin.

Salah seorang local hero yang setia melestarikan keindahan sasirangan kepada khalayak luas adalah Rahmani Sasirangan, perajin kain sasirangan yang sudah beroperasi sejak 2000.

Kain sasirangan merek Rahmani ini dimiliki oleh H Muhidin dan putranya, Rahmani. Mereka menghadirkan motif sasirangan pada kain katun dan sutra yang digemari oleh konsumen. Seperti motif sarigading, bulan bintang, dan naga belimbur.

Tak hanya dalam bentuk kain, Rahmani Sasirangan juga menyajikan keindahan corak-corak khas Banjar dalam bentuk pakaian jadi yang modis dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Rahmani Sasirangan tidak hanya memasarkan melalui butik dan pusat oleh-oleh, tapi juga pasar daring dan mampu menarik pelanggan hingga ke Arab Saudi.

Untuk menunjang produktivitas, Rahmani Sasirangan selalu mengutamakan efisiensi dan efektivitas seperti melalui penggunaan waktu dan pemilihan sumber daya yang tepat dan terukur pada setiap tahapan produksinya. Salah satu penerapan prinsip tersebut adalah pemilihan moda transportasi operasional dengan performa tangguh, namun hemat bahan bakar dan biaya perawatan. Maka itu, untuk mendukung produktivitas usahanya, Rahmani menggunakan Suzuki Carry Pick Up sebagai kendaraan operasional.

“Kami menggunakan mobil-mobil Suzuki sejak awal memulai usaha. Saat ini kami memiliki empat unit Suzuki Carry Pick Up mendukung kegiatan usaha. Selain memiliki performa tangguh dan mesin irit, onderdil Carry Pick Up mudah didapat dan perawatannya cukup mudah sehingga menjadi salah satu aset menguntungkan bagi kami. Alasan itu pula yang membuat kami tidak ragu-ragu segera membeli New Carry Pick Up setelah peluncurannya pada April lalu,” kata Rahmani, pendiri Rahmani Sasirangan, yang dijumpai di pusat produksinya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kemarin (9/7).

Rahmani Sasirangan mempunyai volume produksi 50-100 kain per hari dengan berbagai motif. Kain produksi Rahmani Sasirangan dijual mulai Rp 50 ribu per kain, hingga Rp 1 juta. Saat ini Rahmani Sasirangan memiliki 100 pekerja (delapan pekerja tetap) dengan memanfaatkan kalangan ibu/perempuan setempat.

©2019 Merdeka.com

Menanggapi testimoni Rahmani terhadap Suzuki Carry Pick Up, Head of Digital Marketing Suzuki Indomobil Sales, Roy Astungkoro, mengatakan kami sangat bangga Suzuki Carry Pick Up tumbuh dari pembuktian positif yang dirasakan para konsumen. Serta kemauan produsen untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya.

"Testimoni terhadap keunggulan Carry Pick Up seperti yang diungkapkan Pak Rahmani menunjukkan bahwa konsep ILMU yang diterapkan pada Carry Pick Up dapat dibuktikan pada setiap perjalanan usaha yang dilaluinya. Semoga keuntungan yang dirasakan Pak Rahmani dalam menggunakan Carry Pick Up juga bisa dirasakan pengusaha lainnya,” pungkas dia.

New Suzuki Carry Pick Up mengusung konsep ILMU (I: Irit bensin dan perawatan, L: Lama umur pakainya, M: Muat banyak, dan U: Untung di ujung). Performa mesin yang stabil, bahan bakar yang hemat, dan muatan yang besar sangat mendukung proses distribusi dan penjualan produknya sehingga “untung di ujung” tidak hanya sebuah janji semata. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Suzuki Carry
  2. Mobil Baru
  3. Banjarmasin
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini