Permintaan terhadap mobil keluarga atau multi-purpose vehicle (MPV) di Indonesia masih tinggi, kendati pasar otomotif terpukul akibat pandemi Covid-19.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan, penjualan ritel mobil tipe 4x2 berkapasitas 1.500 cc masih tertinggi per Agustus tahun ini.
Total volumenya mencapai 152.728 unit kala pagebluk ini, berkontribusi sekitar 42 persen terhadap pasar mobil nasional. Dari jumlah itu, dua model yang paling laris sudah pasti low MPV dan SUV.
Namun, low MPV masih menjadi mobil terpopuler di republik ini. Maklum saja, selain harganya sekitar Rp 200 juta yang dijangkau mayoritas konsumen otomorif, keragaman fitur dan fungsionalitas seimbang, cocok dengan ragam kebutuhan masyarakat.
Di segmen low MPV, sang rajanya masih Toyota Avanza. Namun, kini daftar pesaing kian panjang sejak kehadiran Wuling Cortez CT Type S.
Ya, medio Juli lalu, Wuling Indonesia memasarkan dua varian Cortez CT Type S. Varian pertama, transmisi manual-8 seater seharga Rp 209 juta (on the road Jakarta) dan transmisi CVT-captain seat Rp 233 juta.
Loh, bukankah Wuling Cortez bermain di segmen medium MPV?
Anda tidak salah bila bertanya demikian. Namun, sejak dirilis medio Juli lalu, Wuling menetapkan varian baru Cortez CT ini sebagai varian paling bawah.
Meski jadi varian paling bawah, Cortez CT Type S tetap membawa fitur-fitur atas yang ada di medium MPV. Misalnya fitur front and rear disc brakes (keempat rodanya memiliki rem cakram sehingga tingkat pengeremannya lebih baik) dan emergency stop signal (ESS); artinya lampu hazard menyala otomatis saat mobil mengerem mendadak untuk memberikan peringatan bagi pengemudi mobil belakang sehingga risiko tabrakan berkurang.
Ada pula fitur electronic brake-force distributiron (EBD). Fitur ini bekerja untuk mengatur distribusi gaya pengereman mobil sesuai dengan kondisi jalan, kecepatan, dan berat muatan sehingga lebih nyaman dikendarai.
Bahkan di varian Cortez CT Type S CVT, ada tambahan fitur rear parking camera. Fitut ini untuk membantu visibilitas pengemudi saat mundur, dengan menampilkan kondisi luar di layar monitor dengan garis pembantu dan posisi sonar aktif.
Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors Indonesia, menjelaskan selain fitur-fitur atas tersebut, Wuling Cortez CT Type S tetap memiliki banyak fitur bawaan canggih, seperti antilock braking system (ABS), dual SRS airbags, Isofix, auto door lock by speed, front row safety belt reminder, dan seatbelt until third row.
Advertisement
Low MPV Pertama dengan Mesin Turbo
Selain fitur-fitur papan atas ala medium MPV tersebut, dapur pacu Cortez CT Type S ternyata juga istimewa.
Sebagai pabrikan, Wuling Indonesia tetap memakai mesin turbo yang dipakai varian atas; Cortez CT Type C dan L. Tepatnya mesin bensin 4 silinder 1.500 cc turbocharger yang menghasilkan tenaga maksimal 140 hp dan torsi 250 Nm.
Menurut Danang, di segmen low MPV Indonesia, Cortez CT Type S menjadi satu-satu mobil keluarga yang memiliki dapur pacu turbo.
Simpelnya, Wuling Cortez CT Type S menawarkan alternatif kepada konsumen low MPV, sebuah mobil keluarga seharga Rp 200 juta dengan performa sensasi mesin turbo.
“Cortez CT Type S menawarkan pengalaman berkendara powerful dan nyaman, tapi harganya kompetitif," ujar Danang pada Merdeka.com, baru-baru ini.
Low MPV rasa medium MPV ini juga menawarkan kenyamanan berkendara lewat dengan fitur-fitur lainnya seperti One Push Start/Stop Button, Keyless Entry, Remote Open Windows and Trunk, dan Anti-Theft System.
Menambah unsur kenyamanan, Cortez CT Type S juga dilengkapi dengan sistem hiburan advanced dengan layar lebar ukuran 8 inci, Audio Steering and Call Button, dan USB charging untuk kebutuhan mengisi daya perangkat mobile seluruh penggunanya.