Akhir pekan lalu, marketplace asal Indonesia, Tokopedia, diserang isu peretasan atau hacked data pengunanya. Jumlahnya tak tanggung-tanggung 15 juta data pengguna.
Isu ini bermula dari akun twitter bernama @underthebreach yang mengungkapkan ada 15 juta akun yang telah dibobol sejak Maret 2020.
Isu peretasan data pengguna ini bikin panik se-Indonesia. Pasalnya, Tokopedia merupakan situs belanja online Indonesia nomor satu pada tahun lalu berdasarkan riset CupoNation yang dirilis awal tahun ini.
Riset itu menyebutkan, Tokopedia merupakan toko online yang paling banyak dikunjungi masyarakat Indonesia selama 2019. Total pengunjungnya mencapai 1,2 miliar kunjungan.
Tak heran, Tokopedia juga banyak menjadi mitra merek-merek resmi untuk membuka official online store-nya di Tokopedia. Diketahui ratusan merek membuka toko online resminya di Tokopedia.
Seperti PT BMW Group Indonesia yang memperkenalkan BMW Official Store di marketplace Tokopedia sambil meluncurkan All New BMW Seri 3 Touring pada medio April lalu.
Lantas bagaimana pandangan BMW Indonesia terhadap isu peretasan data pengguna Tokopedia kemarin?
BMW Group Indonesia tidak ingin melakukan komentar dulu, karena Tokopedia sendiri belum menjelaskan apa yang kena (peretasan).
Jodie Otania, Vice President Corporate Communication BMW Indonesia, enggan berkomentar banyak soal isu peretasan data pengguna Tokopedia.
"Saya kira semua data dikelola oleh Tokopedia. Sebaiknya ditanyakan langsung ke Tokopedia. Pastinya BMW Indonesia ingin yang terbaik bagi pelanggannya," ujar Jodie pada Merdeka.com, Senin (4/5).
Advertisement
Tegaskan Tiada Kebocoran Data Pengguna
Kemarin, dalam keterangan resminya, Vice President Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran penggunanya.
"Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran," ujarnya.
Nuraini mengklaim seluruh transaksi yang dilakukan platform Tokopedia tetap menjaga kerahasiaan data pengguna termasuk informasi kartu debit, kartu kredit, dan OVO. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya.
"Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia, namun Tokopedia memastikan, informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi," kata Nuraini.
Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, Tokpedia menganjurkan pengguna untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan.
"Tokopedia juga menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun, maka kami selalu mengedukasi seluruh pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun dan untuk alasan apapun," tambahnya.