Pembalap Stephane Peterhansel dan co-driver Cottret memenangi balapan legendaris Dakar 2012 dengan meraih posisi teratas dalam catatan waktu total 38 jam 54 menit dan 46 detik. Mereka menggunakan MINI Countryman (model station dari MINI hatchback) yang kemudian diberi nama MINI ALL4 Racing, dan dibangun oleh X-Raid.
MINI ALL4 Racing sebagai senjata andalan diturunkan sebanyak lima unit sekaligus dalam ajang yang kini digelar di Amerika Selatan itu (dulu dari Paris ke Afrika). Hebatnya, kelima-limanya pun masuk daftar 10 besar.
Kehebatan MINI ALL4 Racing salah satunya karena keputusan X-Raid untuk menata ulang bobot mobil dengan menempatkan ulang komponen-komponen kecil lebih ke bawah demi mendukung gaya grafitasi yang memusat. Mereka pun mengandalkan model sasis dasar yang pas untuk modifikasi ajang reli, di samping juga mengandalkan badan mobil dengan bahan serat karbon.
Soal body, MINI memanfaatkan hembusan angin untuk mendukung faktor aerodinamika. Terdapat rongga besar yang kompak di bagian atap sebagai ventilasi udara demi kenyamanan (sekaligus berdampak psikologis) terhadap pengendara.
Sedikit pengubahan dilakukan terhadap spoiler belakang karena MINI Countryman versi jalanan memang sudah memiliki bagian itu. Kerja spoiler itu memanfaatkan angin panas yang muncul di belakang mobil untuk menunjang daya tekan ke bawah supaya mobil lebih mantap memijak medan yang berpasir, tidak rata, dan mudah buyar tersebut.
Bicara mesin, MINI ALL4 Racing menggunakan twin-turbo diesel garapan BMW Motoren GmbH di Steyr, Austria, yang mengutamakan faktor ketahanan dalam kondisi ekstrim. Mesinnya berkapasitas 2.993 cc dengan kekuatan 315 HP @4.000 RPM yang tenaganya disalurkan ke roda-roda dengan transmisi sequential 6-percepatan (plus satu gigi mundur). Kecepatan maksimalnya pun bisa mencapai kecepatan 181 km per jam, sementara daya tampung solar dalam tangki mencapai 420 liter.
Turun ke kaki-kaki, X-Rain memasangkan ban Goodrich ukuran 245/80R 16 yang terhubung dengan pengontrol tekanan angin ke kokpit. Jika ada perubahan 0,1 bar atau lebih pada tekanan udara pada ban, lampu peringatan akan menyala.
Set ban itu pun ditopang peredam kejut independen yang masing-masing bisa disetel dalam empat level, sementara piringan rem bajanya memiliki pendingin tersendiri, yaitu pendingin udara (depan) serta paduan pendingin air dan udara (belakang) sehingga mantap saat melambatkan laju atau memberhentikan mobil.
Dengan komposisi bentuk dan ukuran yang kompak, tak heran, MINI ini lebih dipilih sebagai pengganti BMW X5 yang dulu jadi andalan mereka dalam balapan tersebut. (kpl/why/bun)