5 Tanda Ban Mobil Wajib Diganti untuk Menjaga Keselamatan Berkendara
Ban mobil yang telah aus dapat menimbulkan risiko saat berkendara.
Ban merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam kendaraan. Selain berfungsi sebagai penggerak, kondisi ban juga memiliki dampak besar terhadap kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.
Sayangnya, banyak pengendara yang sering mengabaikan kondisi ban hingga penggunaannya melebihi batas yang seharusnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ban mobil yang perlu segera diganti dan memahami cara memilih ban baru yang sesuai.
Menurut sumber resmi dari Suzuki Indonesia, pada Kamis (25/9/2025), terdapat beberapa kondisi yang menjadi indikator bahwa ban mobil sebaiknya diganti secepatnya:
1. Muncul Benjolan pada Permukaan Ban
Adanya benjolan pada ban menandakan bahwa kawat penguat di dalamnya telah putus. Hal ini dapat mengurangi daya tahan ban terhadap tekanan udara dan meningkatkan risiko pecah saat digunakan.
2. Tapak Ban Menyentuh Tread Wear Indicator (TWI)
Setiap ban dilengkapi dengan indikator batas keausan. Ketika kembang ban sudah sejajar dengan tanda TWI, maka ban tersebut dianggap sudah aus dan tidak aman untuk digunakan, terutama di kondisi jalan yang basah.
3. Menempuh Jarak Lebih dari 40.000 Kilometer
Setelah menempuh jarak ini, meskipun secara fisik ban terlihat baik, elastisitasnya sudah mulai berkurang. Hal ini membuat ban menjadi keras dan grip berkurang, sehingga lebih mudah tergelincir.
4. Usia Ban Lebih dari Tiga Tahun
Meski jarang digunakan, ban yang telah berusia lebih dari tiga tahun cenderung kehilangan elastisitas alaminya. Karet ban akan mengeras dan lebih rentan terhadap retakan.
5. Ban Gundul, Retak, atau Terlalu Banyak Tambalan
Ban yang sudah gundul, mengalami retakan, atau terlalu sering ditambal tidak lagi memiliki kekuatan yang optimal. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Tips untuk Mengganti Ban Mobil dengan Benar
Ketika ban mobil menunjukkan tanda-tanda keausan, penting untuk segera melakukan penggantian dengan memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Utamakan Ban Belakang. Jika penggantian seluruh ban belum memungkinkan, prioritaskan untuk mengganti ban belakang terlebih dahulu. Ban belakang memiliki peran yang sangat penting sebagai penggerak roda dan juga sebagai penyeimbang kendaraan.
2. Perhatikan Ukuran Sesuai Velg. Pastikan untuk memilih ban yang sesuai dengan ukuran velg yang direkomendasikan oleh pabrikan. Memilih ban yang terlalu besar atau kecil dapat berdampak negatif pada kenyamanan berkendara dan juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar kendaraan.
3. Pilih Tapak Ban Sesuai Kebutuhan. Setiap jenis ban dirancang untuk kondisi jalan yang berbeda-beda. Ban dengan tapak Highway Terrain sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari di jalan aspal yang halus, sedangkan Mud Terrain lebih sesuai digunakan di area yang berlumpur atau untuk kegiatan off-road. Jika kendaraan digunakan dalam dua kondisi tersebut, maka ban dengan tapak All Terrain bisa menjadi pilihan terbaik.
4. Konsisten dengan Merek yang Terbukti. Setelah menemukan merek ban yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan Anda, sebaiknya hindari untuk sering berganti merek. Ban dari merek yang sudah terbukti kualitasnya biasanya lebih konsisten dalam hal performa, daya cengkeram, dan ketahanan.
5. Lakukan Rotasi Ban secara Berkala. Untuk menjaga keausan ban tetap merata, lakukan rotasi ban setiap 10.000 kilometer atau sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan. Proses rotasi ini sangat penting untuk memperpanjang usia ban dan juga menjaga stabilitas kendaraan saat berkendara.