Trik Licik Kepala Daerah Cuci Uang di Kasino

Senin, 23 Desember 2019 08:57 Reporter : Sania Mashabi
Trik Licik Kepala Daerah Cuci Uang di Kasino ilustrasi judi di kasino. ©2019 liputan6.com/reuters

Merdeka.com - Akal bulus kepala daerah nakal tidak pernah putus. Ada saja akal mereka mencuci pundi-pundi fulus dengan cara kotor dan berjalan mulus. Trik lama sudah ditinggalkan. Berjudi di kasino luar negeri menjadi opsi paling dipilih belakangan ini.

Biasanya pencucian uang dilakukan dengan membeli mobil, rumah, atau aset lainnya. Cara itu ternyata kuno. Sedangkan tren kepala daerah nakal menyimpan duit di kasino baru muncul tahun 2019.

Kejahatan itu baru terendus belakangan ini. Analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahkan menduga trik licik ini sudah dipakai beberapa tahun sebelumnya. Proses analisis dilakukan secara simultan.

Modus dilakukan kepala daerah terindikasi berjudi demi cuci uang, bermula dengan membuka akun rekening kasino di luar negeri. Kemudian menarik uang saat ingin berjudi. Uang yang ditarik akan ditukarkan menjadi koin dalam permainan kasino.

Setelah ditukar koin, kepala daerah tersebut mulai berjudi di meja kasino. Dia biasanya tidak akan ngotot menyelesaikan permainan sampai akhir. Alasan awal mereka ke kasino hanya untuk mencuci uang.

"Dalam hal orang kebutuhannya untuk hanya menjawab menggunakan sebagai alat untuk cuci uang dia tidak perlu main beneran. Dia dapat uang dia tarik uangnya kemudian dia bermain-main sedikit kemudian nanti setelah itu, koin ditukarkan (menjadi uang)," Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin kepada merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Koin judi dari kasino ditukarkan kepala daerah menjadi uang tunai atau dalam bentuk cek. Kemudian, uang tersebut dibawa ke Indonesia dengan status legal karena didapat dari hasil berjudi di kasino.

"Uang tunai itu yang kemudian dibawa ke Indonesia. Dengan penjelasan bahwa itu uang dari kasino. Karena menang judi," jelasnya.

Selama tahun 2019, PPATK telah menganalisis banyak kasus tindak pindana pencucian uang atau money laundry. Setidaknya ada 547 laporan hasil analisis dan 450 informasi pada periode Januari hingga November 2019.

PPATK juga menganalisis kasus dugaan pencucian uang lain. Seperti pencucian uang melalui penyelundupan benih lobster, penyelundupan telpon selular hingga masalah narkotika.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mengaku sudah mengetahui ada kepala daerah yang menyimpan uang dalam rekening kasino di luar negeri. Bahkan sejak 2016. Dia pun sempat meminta PPATK untuk mengecek modus tersebut.

Mengendus adanya kepala daerah nakal cuci duit di kasino, sudah dilaporkan kepada PPATK sejak lama. Baru tahun ini temuan itu terungkap. "Makanya tempo hari saya sudah omong ke Kepala PPATK," kata Trimedya di Jakarta.

Menurut Trimedya, modus pencucian uang semacam itu melibatkan warga negara asing. Mereka bertugas membawa uang milik pejabat untuk disimpan dalam rekening kasino. "Sehingga bawanya aman," ucap Trimedya di Jakarta.

Untuk di kawasan Asia Tenggara, setidaknya ada beberapa kasino besar yang legal. Lokasinya berdekatan dengan Indonesia. Di antaranya, Genting Highlands berada di Malaysia dan merupakan salah satu kasino terbesar di Asia Tenggara.

Kemudian ada Marina Bay Sands. Merupakan tempat judi kasino di Singapura yang berada berada di bawa kepemilikan kasino raksasa Las Vegas Sands Corporation. Tempat ini berdiri sejak 2011.

Selanjutnya di Manila, Filipina terdapat kasino City of Dreams. Pusat perjudian ini dipegang Melco Cown International Development dari Hongkong. Mereka bergabung dengan Crown Limited Australia. Kabarnya kasino ini merupakan salah satu paling elegan.

Baca Selanjutnya: Alasan Cuci Uang di Kasino...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini