Berharap berkah dari Apih

Saban hari banyak orang mengunjungi Apih minta didoakan agar hajat mereka berhasil.

Faisal Assegaf
Oleh Faisal Assegaf - Reporter
Berharap berkah dari Apih
Suasana rumah Apih di Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (10/2). (merdeka.com/imam buhori)

Gerimis masih mengguyur daerah Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu malam pekan lalu. Jalanan, atap bangunan, dan pepohonan terlihat basah kuyup, mulai dari Stasiun Cilebut hingga kediaman Raden Surya kencana Diningrat alias Kiai Haji Cholik Soetardjo, biasa dipanggil orang setempat Apih.Tukang ojek bernama Rudi dan mangkal di depan stasiun menegaskan Apih sangat terkenal. "Dia orang sakti, bisa bikin duit," katanya. Sebab itu, banyak orang datang ke sana dengan pelbagai keperluan. Mulai rakyat biasa hingga pejabat dan artis. Bahkan, Rudi pernah mendengar cerita ada seorang perwira tinggi polisi datang membawa fulus seratus juta ke rumah Apih.Kompleks kediaman Apih terdiri dari banyak rumah dengan jalan turun melingkar. Rumah-rumah kepunyaan Apih ini bercat biru. Ketika merdeka.com tiba di sana, Rudi pun bingung ke mana harus mencari Apih. Setrelah berhenti sebentar di sebuah bangunan cukup besar dengan sebuah mobil terparkir di teras, seorang ibu memberitahukan Apih berada di rumah satu lagi, dekat kandang kerbau.Setiba di sana, dua lelaki sedang duduk seraya berbincang. Yang satu, berusia sekitar 60-an tahun, bernama Mansyur. "Tunggu saja di sini, nanti Apih juga ke sini," ujarnya. Mereka duduk di sebuah bangunan berpetak-petak. Kursi-kkursi palstik berwarna merah berbaris di kedua sisi meja. Piring dan gelas, ada yang masih berisi kopi atau teh dan gelas kosong habis dihirup, tergeletak tak beraturan di atas meja.Setelah menunggu sekitar setengah jam, Apih muncul berkemeja lengan pendek motif batik warna biru dengan kopiah hitam. "Dia itu calon bupati Bogor," ujar Apih seraya menunjuk ke arah Mansyur yang meminta izin ke belakang. Mansyur juga pemimpin perusahaan sebuah media massa di Kota Hujan itu.Malam kian gelap, Apih berkelit seputar rahasia dirinya sebagai mantan pengawal mendiang Presiden Indonesia pertama Soekarno. "Saya tahu Beliau dari televisi atau baca di koran."Dia juga merahasiakan umur sebenarnya. Konon, dia telah menginjak 115 tahun. Apih cuma bilang usianya 56 tahun. Namun dia mengisyaratkan sudah benar-benar uzur. "Sudah tiga kali ganti lurah (tiga lurah meninggal), saya belum pernah bikin KTP," tuturnya.Kian larut, tiga tamu lain berdatangan. Salah satunya, perempuan cantik dengan tubuh tinggi semampai berjilbab biru. Dia membawa plastik berisi air mineral. Setelah duduk sebentar, dia menyerahkan dua botol dengan tutup dibuka ke arah Apih. Sekejap kemudian, mulut Apih berkomat-kamit merapal doa di depan mulut botol mineral ukuran sedang itu. begitulah keseharian Apih. Di rumah menerima tamu mulai pagi hingga matahari kembali bangkit. "Apalagi kalau malam Jumat, orang China aja pada dateng," ujar Rudi.

Rekomendasi