Meski sudah beranjak modern, China rupanya tidak mempunyai banyak pilot dari kaum hawa. Penerbangan komersial malah tidak ada sama sekali. Situasi itu berubah enam tahun lalu.Gadis berparas ayu kala itu berusia 29 tahun, Wang Zhiqian, terpilih menjadi pilot pesawat jenis Airbus pertama di seluruh China daratan. Dia berasal dari Provinsi Chengdu. Sepanjang sejarah lembaga Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC), baru Wang perempuan mendapat sertifikat pilot, tanda boleh menerbangkan pesawat komersial.Prestasinya tidak jatuh dari langit, seperti uraiannya pada majalah Time edisi 23 Juni 2009. Gadis ini menempuh perjalanan panjang buat sampai pada posisinya membanggakan kaum hawa China itu.Awalnya, dia bercita-cita menjadi penari. Selepas sekolah dasar dan menengah, dia masuk Akademi Kesenian Hainan. Lulus pendidikan tari, dia sempat pentas di pelbagai tempat. Namun, buat tambahan pemasukan, dia akhirnya melamar sebagai pramugari pada 2002. Tidak dinyana, selama terbang, dia menemukan gairah hidup begitu besar. Bukan lagi lewat tarian, tapi keinginan buat menerbangkan pesawat. "Di sela tugas pramugari, saya belajar seluk beluk pesawat," kata Wang.Peremouan ini tampaknya memang berjodoh dengan pesawat. Pada 2004, perusahaan tempatnya bekerja, Sichuan Airlines, membuka kesempatan bagi warga sipil menjadi pilot. Tidak membuang kesempatan itu, Wang mendaftar. Dia belajar keras supaya bisa lulus tes.Keluarga sempat menentang niatnya menjadi pilot. Bagi sang ibu, karirnya sebagai pramugari sudah cukup bagus, tanpa harus aneh-aneh ikut ujian penerbang. Dia membuktikan kepada keluarga pilihannya tidak keliru. Dia lulus dan dikirim ke Amerika Serikat buat belajar menerbangkan pesawat.Ada cerita lucu, bahkan sebelum dia mulai pelatihan. Pihak imigrasi Amerika mengira dia bohong saat berkata datang ke negara Paman Sam itu buat menjadi pilot. Petugas itu tidak mengira gadis secantik dia terpilih menjadi pelajar di sekolah penerbangan milik Airbus di negara itu. Dia belajar lebih giat dari murid lain. Pertama karena bahasa Inggrisnya buruk. Kedua, dia sangat lemah soal penerbangan. Sebab, semua hal soal pesawat dia pelajari secara otodidak.Pada 2006, dia berhasil melalui itu semua dan mendapat seratus jam terbang. Dia kembali ke China. Dua tahun kemudian Shicuan Airlines mengangkat dia menjadi pilot.Meski perempuan, dia mengaku kemampuannya tidak berbeda dari pilot pria. "Sebagai pilot, tidak peduli jenis kelamin Anda, dia harus memberikan keberanian dan kehati-hatian. Begitu pula saya," ujar Wang.Saat terakhir kali diwawancara, dia berambisi menjadi kapten pilot wanita pertama dalam dunia penerbangan komersial China. Mengingat kerja kerasanya selama ini, cita-cita itu tampaknya bakal terwujud.
Wang Zhiqian, pilot perempuan pertama China
Awalnya, cita-citanya menjadi penari. Dia tertarik menjadi pilot setelah menjadi pramugari.
Advertisement
Rekomendasi