Jalur Lobi Airlangga Menang Aklamasi

Jumat, 6 Desember 2019 08:28 Reporter : Sania Mashabi
Jalur Lobi Airlangga Menang Aklamasi Airlangga di Munas Golkar. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo bertemu di sebuah rumah kawasan Jakarta Selatan. Pertemuan dilakukan sebelum perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar digelar. Masing-masing membawa dua orang loyalis. Seorang perwakilan Istana Negara juga ikut dalam pertemuan itu.

Airlangga dalam pertemuan itu didampingi Azis Syamsuddin dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Sedangkan Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, hadir bersama Ketua Tim Sukses Ahmadi Noor Supit dan Nusron Wahid. Dalam pertemuan Bamsoet diminta kubu Airlangga untuk mengundurkan diri.

Permintaan itu disepakati Bamsoet. Mereka kemudian membulatkan kesepakatan. Dengan kesepakatan memasukkan sederet pendukung Bamsoet masuk dalam alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR. Sumber merdeka.com dari loyalis Bamsoet menyebut Airlangga juga berjanji mengakomodir sederet pendukung Bamsoet dalam struktur DPP Partai Golkar setelah Munas X Partai Golkar selesai.

bamsoet dan airlangga di acara caleg golkar
Bamsoet dan Airlangga ©2019 Merdeka.com/istimewa

"Dia (Bamsoet) diminta mundur lalu kita konsolidasi dan rekonsiliasi lagi semua potensi Partai Golkar untuk menjadi satu," kata dia bercerita kepada kami, Rabu, 5 Desember 2019.

Langkah mundur Bamsoet benar kejadian di hari pertama Munas digelar. Diawali pertemuan dengan Airlangga di kantor Menteri Koordinator Maritim dan Investasi sekaligus senior Golkar, Luhut Panjaitan. Hadir pula Aburizal Bakrie alias Ical sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar dalam

Pertemuan pada Selasa, 3 Desember 2019 itu selesai sekitar jam 7 malam. Ketua MPR itu keluar bersamaan. Kemudian di hadapan Airlangga, Luhut dan Ical, dia menegaskan mundur dari bursa pencalonan. Apalagi hasil pengamatannya sejauh ini perkembangan Munas Golkar semakin panas.

Alasan selanjutnya, terkait situasi nasional yang memerlukan situasi politik lebih kondusif dan menjaga harapan mempertahankan pertumbuhan ekonomi atas ancaman ekonomi global. Untuk itu Bamsoet dan Airlangga memerlukan rekonsiliasi sehingga kedua tim ke depan tidak lagi membuat kubuan.

"Maka dengan semangat rekonsiliasi yang telah kita sepakati bersama maka demi menjaga soliditas dan menjaga keutuhan Partai Golkar maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua umum Partai Golkar," ujar Bamsoet usai pertemuan tersebut.

Ical mengaku dalam pertemuan itu mereka berempat banyak berbincang beragam masalah ekonomi negara. Keadaan ekonomi yang ini justru menjadi terbebani jika keadaan politik tidak tenang.

Beragam penjelasan itu membuat Bamsoet luluh. Semua merasa Partai Golkar sebagai salah satu partai yang memengaruhi politik nasional harus menjalankan Munas dengan damai. "Melihat dan berpikir tentang hal itu, Pak Bambang Soesatyo langsung menyatakan 'kalau begitu saya tidak ikut lagi dalam pencalonan ketua umum partai Golkar'," ungkap Ical.

Sedangkan Anggota Dewan Pembina Golkar, MS Hidayat, mengaku ada permintaan Bamsoet mundur dalam pertemuan dengan Airlangga, Luhut dan Ical itu. Sebagai pendukung Bamsoet sebagai calon ketua umum Partai Golkar, mengaku menyerahkan semua keputusan itu kepada sosok Ketua MPR tersebut. "Dia (Bamsoet) diminta menyatakan mundur dari pencalonan," ungkap MS Hidayat.

Baca Selanjutnya: Peran Istana...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini