Sisa Kemegahan Pabrik Kulit Wonocolo Surabaya, Sumber Cuan Kolonial Belanda yang Dirobohkan karena Terkenal Angker

Dulu pabrik ini melakukan produksi secara tradisional maupun menggunakan mesin modern

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Sisa Kemegahan Pabrik Kulit Wonocolo Surabaya, Sumber Cuan Kolonial Belanda yang Dirobohkan karena Terkenal Angker
Sisa Kemegahan Pabrik Kulit Wonocolo Surabaya, Sumber Cuan Kolonial Belanda yang Dirobohkan karena Terkenal Angker (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Tala Leather

Salah satu gang di Kampung Wonocolo, Kota Surabaya dikenal dengan sebutan Wonocolo Pabrik Kulit. Penyebutan ini bukan dilakukan tanpa dasar. Pada zaman kolonialisme Belanda, di kawasan ini terdapat sebuah pabrik kulit besar yang melayani skala ekspor.

Pabrik yang dulu bernama Lederfabriek Wonotjolo itu berdiri megah di atas lahan luas. Bangunan pabrik dikelilingi areal persawahan dan perkampungan. Mengutip Instagram @makin.penasaran, belum ada sumber tertulis yang menyebut tahun pembangunan pabrik kulit Wonocolo.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Instagram @makin.penasaran

Foto udara yang diambil tahun 1928 ini menunjukkan bangunan Pabrik Kulit Wonocolo dari atas. Tepat di seberangnya membentang areal persawahan yang pada tahun 1965 kelak dibangun menjadi IAIN Sunan Ampel (kini UINSA).

Melayani Ekspor
Dok. Istimewa

Pabrik Kulit Wonocolo melakukan proses pengolahan kulit secara tradisional dan modern. Kulit yang diproses antara lain kulit kuda, sapi, kambing dan domba. Pabrik kulit yang terkenal dengan aktivitas ekpornya ini mayoritas pekerjanya adalah pribumi.

Pada tahun 1968, bangunan pabrik kulit Wonocolo pernah digunakan sebagai lokasi eksekusi para tahanan politik. Menurut pemilik Instagram @makin.penasaran, lebih dari 50 tahanan politik meninggal di pabrik kulit Wonocolo.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Instagram @makin.penasaran

Sementara itu, mengutip situs Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP65), tidak kurang dari 900 hingga 1.000 tahanan politik kasus 1965 yang dieksekusi di bangunan pabrik kulit Wonocolo.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Wikimedia

Tidak diketahui pasti di mana jenazah para tahanan politik usai dieksekusi di bekas pabrik kulit Wonocolo. YPKP65 menduga jenazah para tapol ini dilarung di Sungai Brantas.

Potret Terkini
© 2024 merdeka.com/Google Maps

Kisah seputar eksekusi mati para tapol 65 itu membuat bekas pabrik kulit Wonocolo dikenal angker oleh masyarakat sekitar. Pada awal tahun 2000-an, bangunan peninggalan kolonial Belanda ini dirobohkan.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Wikimapia

Pada lokasi pabrik kulit Wonocolo, kini berdiri megah gedung Jatim Expo dan proyek Superblock The Frontage.

Rekomendasi