Ada beragam cerita mengenai desa ini
Sebuah desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memiliki nama unik yakni Desa Pocong. Sekilas, nama desa ini kental dengan nuansa horor. Mengutip Instagram @indonesiago.id, Desa Pocong merupakan satu dari enam desa yang memiliki nama paling unik di Indonesia.
Advertisement
Kisah Pertama
Konon, asal usul nama desa ini erat kaitannya dengan kejadian mistis. Mengutip situs East Java Traveler, dulu sebagian besar wilayah desa ini berupa hutan belantara dan masih belum banyak warga.
Saat itulah, pocong muncul setiap hari. Kejadian ini berlangsung selama 40 hari berturut-turut. Hal ini yang mendasari desa ini diberi nama Desa Pocong.
Advertisement
Kisah Kedua
Ada versi lain mengenai asal-usul Desa Pocong. Konon, nama pocong diambil dari cerita munculnya sumber air pertama di wilayah ini.
Dulu ada sebuah pohon pucang yang dari bawahnya keluar air. Seiring waktu, air tersebut terus mengalir dan meluas hingga akhirnya menjadi sumber air.
Sumber air tersebut kemudian dikenal dengan sebutan sumber pucang. Daerah di sekitar sumber kemudian dikenal dengan nama Desa Pucang.
Lama kelamaan orang Madura menyebut Desa Pucang dengan sebutan Pocong. Hal inilah yang diduga melatarbelakangi munculnya nama Desa Pocong.
Advertisement
Desa Tertua
Menurut cerita tutur turun-temurun, Desa Pocong merupakan desa tertua di Pulau Madura. Sejarah Desa Pocong diyakini berkaitan dengan legenda Ke’ Lessap, pemberontak yang paling masyhur di Madura.
Advertisement
Nyi Pocong
Dua tokoh terkenal dari Desa Pocong ialah Nyai Pocong dan anaknya, Ke' Lessap.
Nyai Pocong merupakan salah satu selir Raja Pangeran Cakraningrat IV, penguasa kerajaan di wilayah yang kini dikenl dengan nama Bangkalan.
Advertisement
Kolam Pemandian
Daya tarik utama desa ini ialah keberadaan kolam pemandian alami bernama Pemandian Sumber Pocong. Kolam alami yang berada di Dusun Karang Anyar, Desa Pocong, Kecamatan Tragah ini jadi favorit warga desa untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Sayangnya, kolam pemandian alami ini belum dikembangkan dengan optimal. Beberapa pengunjung memberikan ulasan kurang baik di aplikasi Google Maps. Mulai dari minimnya fasilitas hingga jalan yang rawan begal.