Ziarah ke Makam Agung Arosbaya, Jejak Pemeluk Islam Pertama di Madura Barat

penanda awal perkembangan kebudayaan islam di Madura.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Ziarah ke Makam Agung Arosbaya, Jejak Pemeluk Islam Pertama di Madura Barat
Ziarah ke Makam Agung Arosbaya, Jejak Pemeluk Islam Pertama di Madura Barat (Merdeka.com)

Penanda awal perkembangan kebudayaan islam di Madura.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Salah satu makam bersejarah di Pulau Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan ialah Makam Agung. Di sini, tiga tokoh ulama sekaligus pemeluk agama Islam pertama di Madura Barat dimakamkan.

Pemeluk Islam Pertama

Ketiga tokoh yang dimakamkan di Makam Agung Arosbaya yakni Kiai Pragalbo (Pangeran Islam Ongguk) yang dikenal dengan nama Pangeran Plakaran, Kiai Pratanu atau Panembahan Lemah Duwur, dan Raden Koro atau Pangeran Tengah.

Letak makam ketiga kiai ini berurutan, mulai dari batur utama sisi timur, tengah dan barat. 

Tanah yang Merdeka

Dulu status tanah makam ini adalah tanah perdikan. Kawasan ini  dibebaskan dari perpajakan dan warganya tidak perlu kerja rodi kepada raja.

Mengutip situs Kebudayaan Kemdikbud RI, sebelum Majapahit runtuh, Madura telah berkenalan dengan Islam. Pulau ini mengadakan hubungan dengan Gresik dan Surabaya, tempat para pemimpin agama Islam, Sunan Giri dan Sunan Ampel bermukim.

Pemeluk Islam Pertama

Pemeluk Islam Pertama
Dok. Istimewa

Pada tahun 1528, Pangeran Pratanu jadi orang pertama di  Madura Barat yang memeluk Agama Islam. Beliau naik tahta dan menggantikan ayahnya, Kiai Pragalbo,  pada tahun 1531 Masehi yang ditandai candrasangkala Sirnoning Buto Pratano ning Negoro (1450 Saka).

Panembahan Lemah Duwur memeluk Agama Islam dianggap sebagai titik awal pengakuan Madura Barat atas kekuasaan Demak sebagai pengganti Majapahit.

Pasalnya, sebelum memeluk Islam, Panembahan mengirimkan utusan untuk belajar agama Islam di Demak.

Pusat pemerintahan Pangeran Pratanu yang bergelar Panembahan Lemah Duwur dipindahkan dari Plakaran ke Arosbaya.

Ia lalu meluaskan wilayah kekuasaannya hingga Blega dan Sampang. Selain itu Sumenep dan Pamekasan juga berada di bawah pengaruh kekuasaannya.

Pangeran Pratanu terkenal arif dan bijaksana sehingga sangat dicintai rakyatnya.

Kisah Cinta

Panembahan Lemah Duwur menikah dengan puteri dari Pajang dan dikaruniai lima orang anak.

Ia juga memiliki selir. Hubungannya dengan sang selir membuahkan 10 orang anak.

Meninggal

Meninggal
Dok. Istimewa

Panembahan Lemah Duwur meninggal tahun 1592 masehi ditandai Candrasangkala netro papat yakso prabhu.

Cagar Budaya

Mengutip Instagram @disbudparjatimprov, Makam Agung ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat Provinsi pada tahun 2017 dengan SK Gubernur nomor 188/735/KPTS/013/2017. Keberadaan makam ini jadi penanda awal perkembangan kebudayaan islam di Madura.

Rekomendasi