Konon, Stupa Sumberawan di Desa Toyomerto, Kecamatan
Singosari, Kabupaten Malang, merupakan taman favorit Hayam Wuruk semasa hidupnya. Tempat ini jadi tempat istirahat Hayam Wuruk saat lelah.
Advertisement
Satu-satunya di Jatim
Mengutip situs Sidita Disbudpar Jatim, Stupa Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur.
Masyarakat sekitar menyebut stupa yang terletak di kaki Gunung Arjuna ini sebagai Candi Sumberawan karena letaknya di dekat telaga yang airnya sangat jernih.
Bangunan yang terbuat dari batu andesit dengan karakteristik
agama Budha ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 atau awal abad ke-15 masehi.
Mengutip Instagram @disbudparjatimprov, Stupa Sumberawan dilengkapi dengan batur berbentuk segi empat, serta lapik
berbentuk segi delapan dan landasan berbentuk bunga lotus
(teratai merah).
Berdasarkan data arkeologi serta fragmen batu yang ada di sekitar candi, diperkirakan puncak stupa Sumberawan tidak dilengkapi chattra (payung sebagai simbol kesucian).
Advertisement
Advertisement
Taman Surga
Konon Stupa Sumberawan merupakan bangunan yang disinggung dalam kitab Nagarakrtagama sebagai Kasurangganan atau Taman Surga Nimfa.
Kawasan Stupa Sumberawan menjadi tempat peristirahatan Raja Hayam Wuruk saat ia melakukan perjalanan mengelilingi wilayah Kerajaan Majapahit pada tahun 1359 masehi.
Advertisement
Cagar Budaya
Stupa melambangkan nirbana (kebebasan) yang merupakan dasar utama dari seluruh rasa dharma yang diajarkan
Guru Agung Buddha Gautama. Nirbana juga menjadi tujuan setiap umat Buddha. Stupa Sumberawan sendiri telah menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi
pada tahun 2016 silam.
Advertisement
Kondisi Terkini
Restorasi bagian bawah Stupa Sumberawan dilakukan pada tahun 1937. Restorasi tersebut dipimpin oleh Van Romondt.
Hingga saat ini, Stupa Sumberawan masih terawat dan terjaga keasliannya. Stupa ini juga masih digunakan sebagai tempat beribadah umat Buddha dan penganut kepercayaan.
Selain itu, Stupa Sumberawan juga menjadi tempat wisata. Pasalnya, lingkungan di sekitarnya dijadikan bumi perkemahan oleh Perhutani.
Advertisement