Kemayoran identik sebagai nama daerah di Jakarta. Padahal, di Kota Surabaya, Jawa Timur juga ada Kelurahan Kemayoran. Daerah ini dikenal sebagai daerah perjuangan sejak zaman kolonial Belanda.
Advertisement
Sejarah Masjid Kemayoran
Mengutip situs Disbudporapar Surabaya, Masjid Kemayoran Surabaya memiliki nama Masjid Raudlatul Musyawwarah.
Dulunya, masjid ini berada di areal Tugu Pahlawan. Masjid ini berada tepat di depan gedung pemerintahan Gubernur Hindia Belanda (sekarang Gedung Pemerintah Propinsi Jawa Timur).
Keberadaan bangunan masjid ini mengganggu petinggi Belanda. Akhirnya, pihak kolonial memindahkan masjid ke lokasi lain.
Mengutip Facebook Surabaya Historical, Masjid Kemayoran dibangun di atas lahan milik seorang Mayor Angkatan Darat Pemerintah Hinda Belanda. Nama masjid ini merujuk pada lokasi pembangunannya.
Konon, masjid ini awalnya dibangun di Jalan Tembaan Kota Surabaya pada tahun 1772. Kemudian, pada tahun 1932, masjid ini dipindahkan ke Jalan Indrapura, Kota Surabaya.
Berdasarkan data prasasti yang ada di dalam masjid, rumah ibadah ini pemberian Hindia Belanda. Masjid ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai ganti dari masjid yang dibongkar di alun-alun Surapringga (Surabaya) di area Tugu Pahlawan.
Advertisement
Advertisement
Arsitektur
Mengutip Liputan6.com, gaya arsitektur khas Tionghoa. Masjid Kemayoran mempunyai satu menara yang digunakan muazin untuk mengumandangkan azan.
Saat dilihat dari luar, Masjid Kemayoran berbentuk setengah lingkaran. Namun, sebenarnya Masjid Kemayoran mempunyai bentuk segi delapan apabila dilihat dari dalam area utama masjid.
Di dalam masjid, ada empat soko guru atau tiang bergaya Indies Glandeour atau Daendels.
Menara dan empat soko guru di dalam masjid merupakan peninggalan asli pembangunan tahun 1848.
Adapun gerbang utama masjid lengkap dengan gawelnya merupakan hasil renovasi pada tahun 1934.
Advertisement
Saksi Perjuangan
Masjid ini menjadi saksi perjuangan arek-arek Suroboyo saat melawan kolonial dalam peristiwa heroik 10 November 1945.
Saat itu, Masjid Kemayoran merupakan masjid pengganti setelah kolonial Belanda merebut lahan dan bangunan masjid yang ada di Jalan Alun-alun (Jalan Tugu Pahlawan).
Ambisi Sekutu saat itu memang merebut beberapa wilayah atau lahan dan bangunan seperti masjid untuk memperluas wilayah/teritorialnya.
Arek-arek Suroboyo melawan kesewenang-wenangan kolonial dengan penggusuran semena-mena rumah ibadah kaum muslim setempat. Mereka menuntut pihak kolonial membangun masjid baru sebagai pengganti.
Melalui perundingan antara kolonial Belanda dan warga, akhirnya Belanda menyepakati membangun masjid baru yang berlokasi di Jalan Indrapura yaitu Masjid Kemayoran tepat di kantor DPRD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Advertisement