Gua Ini Dibangun Warga Biasa Sebelum Era Kerajaan Majapahit, Tak Sembarang Orang Bisa Masuk

Gua ini dibangun oleh warga biasa jauh sebelum masa Kerajaan Majapahit.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Gua Ini Dibangun Warga Biasa Sebelum Era Kerajaan Majapahit, Tak Sembarang Orang Bisa Masuk
Gua Ini Dibangun Warga Biasa Sebelum Era Kerajaan Majapahit, Tak Sembarang Orang Bisa Masuk (Merdeka.com)

Gua ini adalah milik perseorangan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gua Gembyang di Kabupaten Mojokerto sering dikaitkan dengan Raden Wijaya. Banyak pihak menduga Raden Wijaya dulunya bertapa di gua ini. Ada pula yang menyebut gua ini merupakan tempat bertapa Hayam Wuruk. Namun, informasi tersebut dibantah sang pemilik gua.

(Foto: jejakpiknik.com)

Sebelum Era Kerajaan Majapahit

Sabar Supardi, keturunan ke-12 dari sosok pembangun gua menegaskan bahwa gua milik keluarganya ini tidak ada hubungannya dengan penggede Majapahit. Gua ini dibangun oleh Mbah Suropunyo jauh sebelum era Kerajaan Majapahit dan tidak pernah menjadi lokasi bertapa Raden Wijaya maupun Hayam Wuruk.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Adapun keberadaan benda-benda bersejarah seperti arca, menhir, dan bebatuan lain tidak ada kaitannya dengan sejarah kerajaan. Sabar Supardi mengungkapkan bahwa arca-arca yang ada adalah cara generasi penerus mengingat muka nenek moyang. Mbah Suropunyo sengaja membuat arca dengan wajah nenek moyangnya.

(Foto:jejakpiknik.com)

Milik Pribadi

Milik Pribadi
Dok. Istimewa

Gua yang berusia lebih dari 100 tahun ini dikelola secara pribadi oleh generasi penerus Mbah Suropunyo. Di sini juga tidak ada juru kunci. Jika pengunjung ingin bertanya-tanya mengenai Gua Gembyang, maka ia bisa menghubungi sang pemilik tanah.

(Foto: jejakpiknik.com)

Bukan Tempat Wisata

Bukan Tempat Wisata
Dok. Istimewa

Gua ini hanya bisa dimasuki oleh para pelaku spiritual yang ingin bertapa. Tidak dibuka untuk objek wisata.

Banyak Arca

Gua Gembyang sering jadi rujukan para pelaku spiritual untuk bertapa. Saat ini, ada aturan yang melarang tegas pertapa menginap di Gua Gembyang. 

Menurut Sabar, saat gua ini dikelola sang ayah, banyak pertapa yang tinggal di sana hingga bertahun-tahun. Beberapa di antara pertapa sengaja membawa keluarganya ikut serta.

Cagar Budaya

Meskipun dikelola secara pribadi, Gua Gembyang sudah ditetapkan sebagai warisan cagar budaya.

Banyak Arca

Adapun keberadaan arca, menhir, dan kerajinan batu khas zaman prasejarah disebut sebagai karya Mbah Suropunyo dan warga lain di sekitar Gua Gembyang. Mereka membuat benda-benda tersebut untuk tujuan praktis. Seperti membuat arca wajah nenek untuk mengenang nenek yang telah meninggal dunia, membuat batu berukir untuk tanda pembatas suatu wilayah, dan lain sebagainya.

Pemilik gua menegaskan tidak akan membuka gua peninggalan leluhurnya untuk objek wisata.

Rekomendasi