Advertisement
Sosok Anusapati
Anusapati, juga dikenal sebagai Panji Anusapati, adalah raja kedua Kerajaan Singasari. Versi kitab Pararaton menyebut Anusapati adalah putra Tunggul Ametung dan Ken Dedes, seperti dikutip dari library.binus.ac.id.
Ayahnya, Tunggul Ametung, dibunuh oleh Ken Arok ketika Anusapati masih dalam kandungan. Setelah kematian Tunggul Ametung, Ken Arok menikahi Ken Dedes.
Advertisement
Balas Dendam
Ken Arok mengumumkan berdirinya Kerajaan Singasari pada tahun 1222. Tak hanya itu, ia juga berhasil mengambil alih kekuasaan Kerajaan Kadiri yang saat itu dipimpin oleh raja Kertajaya.
Ken Arok kemudian mengangkat Mahisa Wong Ateleng sebagai penguasa Kadiri. Anusapati heran karena seharusnya Ken Arok bisa menugaskan dirinya karena statusnya sebagai anak tertua. Selain itu, Anusapati juga merasa kurang disayangi oleh Ken Arok dibandingkan saudara-saudaranya.
Setelah mengetahui bahwa ia adalah anak kandung Tunggul Ametung yang dibunuh Ken Arok, Anusapati merencanakan balas dendam.
Advertisement
Pembunuhan
Anusapati berhasil mendapatkan keris buatan Mpu Gandring, yang digunakan Ken Arok membunuh ayahnya. Pada tahun 1247, pembantu Anusapati membunuh Ken Arok saat makan malam.
Advertisement
Pemerintahan
Setelah kematian Ken Arok, pada tahun 1248 Anusapati naik takhta. Pemerintahannya dilanda kegelisahan karena khawatir akan ancaman balas dendam dari anak-anak Ken Arok.
Advertisement
Misteri Kematian
Kematian Anusapati masih dlingkupi misteri. Ada yang mengatakan Anusapati tewas secara tragis saat sedang beradu ayam. Ia dibunuh oleh Tohjaya. Versi Kitab Nagarakretagama menunjukkan bahwa Anusapati meninggal secara wajar, sementara Kitab Pararaton mengklaim Anusapati dibunuh oleh Tohjaya.
Advertisement
Penghormatan
Guna menghormati Anusapati, didirikan Candi Kidal di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Di candi tersebut ia dipuja sebagai Siwa.