Advertisement
Rawon, salah satu kuliner khas Jawa Timur disebut sebagai sup terenak di dunia versi Taste Atlas. Kelezatan Rawon dianggap mengalahkan 49 sup dari negara lain. Bahkan, ramen pun tak mampu menandingi kelezatan sup berwarna hitam ini.
Advertisement
Makanan Khas Jawa Timur
Rawon adalah sup daging dengan bumbu warna hitam yang mengandung kluwek. Rawon dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur seperti Surabaya, Probolinggo Lamongan, dan Pasuruan. Bumbu rawon sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, dan lengkuas, ketumbar, serai, kunir, cabai, kluwek, garam, serta minyak nabati.
Daging yang digunakan untuk Rawon biasanya dipotong kecil-kecil berbentuk dadu. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan taoge atau kecambah kecil, daun bawang, kerupuk, dan sambal. Rawon Setan jadi warung rawon legendaris yang kerap jadi tujuan para tamu, pejabat, dan wisatawan saat ke Surabaya. Rumah makan ini berada di Embong Malang. ”Patut diacungi jempol namanya, membuat orang penasaran,” ujar Erwin Januarti warga Sumenep Madura, dikutip dari laman resmi Pemprov Jatim.
Advertisement
Rawon Favorit
Menparekraf RI Sandiaga Uno berbahagia atas penobatan Rawon sebagai sup terenak di dunia versi Taste Atlas. Ia pun menegaskan bahwa rawon memang layak disebut sup terenak di dunia.
Advertisement
Sandiaga Uno menuturkan bahwa rawon adalah salah satu makanan favoritnya.
“Saya sepakat (dengan pemeringkatan Taste Atlas terkait sup terenak di dunia). Kemarin baru dari Surabaya dan favorit saya adalah rawon setan,” ujar Sandiaga dalam The Weekly Brief With Sandi Uno Kemenparekraf RI, Senin (31/7).
merdeka.com
Advertisement
Sandiaga ingin mendaftarkan rawon ke UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Kelak nantinya makanan berkuah hitam ini akan lebih mendunia.
"Tentunya jika ada dorongan dari komunitas, bisa didorong menjadi salah satu yang didaftarkan ke UNESCO" tambahnya.
Advertisement
Susul Tempe
Salah satu kuliner Indonesia yang terdaftar di UNESCO sebagai budaya tak benda adalah tempe. Menparekraf RI itu berharap, kuliner Rawon segera menyusul tempe sebagai budaya tak benda warisan nenek moyang Indonesia.