Mengenal Millennial Job Center, Dorong Pemuda Pelaku Wisata dan Ekonomi Lokal Jatim Naik Kelas

Begini cara Pemprov Jatim siapkan wirausaha muda andal

Rizka Nur Laily Muallifa
Mengenal Millennial Job Center, Dorong Pemuda Pelaku Wisata dan Ekonomi Lokal Jatim Naik Kelas
Mengenal Millennial Job Center, Dorong Pemuda Pelaku Wisata dan Ekonomi Lokal Jatim Naik Kelas (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Millenial Job Center merupakan program pengembangan kompetensi bagi pemuda yang menekankan pada “On The Job Learning” dengan memberikan kesempatan pekerjaan temporer (proyek/tugas) berbayar dari klien dunia usaha atau organisasi. (Foto: Freepik)

Millennial Job Center juga disiapkan untuk promosi desa wisata, pengembangan aplikasi, hingga penyelenggaraan ajang budaya pariwisata.

Millennial Job Center juga disiapkan untuk promosi desa wisata, pengembangan aplikasi, hingga penyelenggaraan ajang budaya pariwisata.
Dok. Istimewa

Manfaat MJC

1. Wadah bagi milenial dan dunia usaha untuk terhubung sesuai profil, kekuatan, dan kebutuhan masing-masing pihak. 2. Pihak-pihak yang terlibat, materi dan rekomendasi yang ada di MJC sudah diseleksi berdasarkan kriteria yang disusun untuk menjawab tantangan yang dihadapi. 3. Mengombinasikan aspek digital dan non-digital untuk membuka kesempatan kerja yang didukung oleh pihak pemerintah dan swasta di level nasional.

"MJC memberikan sarana bagi pemuda yang ingin meningkatkan skill untuk memperoleh pengalaman dan pekerjaan"

Abdur Rahman, mentor MJC

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan, ada 17 sub-sektor ekraf yang disiapkan mulai dari publishing hingga kuliner, Di antaranya Aplikasi, Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Film, Animasi, Video hingga Seni Pertunjukan, dan Kriya. (Foto: Freepik)

"Di Jatim sendiri, tiga sub-sektor yang paling besar, yakni musik sebesar 21,42 persen, kuliner 19,02 persen dan seni pertunjukan 10,31 persen"

Wagub Jatim Emil Dardak

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Orang nomor dua di Pemprov Jatim itu tersebut memberikan ide unik bagi para kepala daerah berinisiatif menggandeng pemusik lokal untuk menciptakan jingle atau lagu khas tiap kabupaten. "Kalau di Jatim subsektor ekraf terbesarnya ada di musik. Ayo karyakan pemusik lokal membantu kebutuhan kita di pemerintahan. Pemda bisa alokasikan untuk membuat jingle tiap daerah dengan hasil karya pemusik lokal," terang Emil, dikutip dari ANTARA, Jumat (23/6/2023). (Foto: Freepik)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mantan Bupati Trenggalek itu meminta para kepala daerah berusaha memahami permasalahan industri kreatif, dan menyampaikan aspirasi yang dapat memajukan ekraf di tiap daerahnya. Dengan demikian, dampak besar dari ekraf dapat dirasakan di Jawa Timur. (Foto: Freepik)

"Proximity kepada masalah juga menentukan impact-nya. Saya harap APKASI dapat menjangkau sektor ekraf. Mencari keseimbangan dalam ekonomi kreatif. InsyaAllah jika ada aspirasi yang perlu disampaikan APKASI dari sektor ini, tentunya tidak akan diabaikan begitu saja"

Wagub Jatim Emil Dardak

Rekomendasi