3 Fakta Pilkades Berdarah di Bangkalan, Pendukung Dibacok hingga Meninggal

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bator, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur jadi pesta demokrasi berdarah. Tiga pendukung salah satu calon kades dibacok, dua di antaranya meninggal dunia.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
3 Fakta Pilkades Berdarah di Bangkalan, Pendukung Dibacok hingga Meninggal
Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bator, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur layak disebut pesta demokrasi berdarah. Kemarahan pendukung salah satu calon kepala desa (kades) dilampiaskan dengan membacok pendukung calon kades lain saat mereka melintas di Jalan Raya Perdana Halim Kusuma pada Rabu (5/4/2023) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kondisi sesaat selepas kejadian terekam kamera amatir dan videonya tersebar di grup-grup WhatsApp warganet semarang. Pada rekaman video tersebut tampak dua korban pembacokan terkapar di tepi jalan dalam kondisi bersimbah darah. Sementara itu, seorang korban lain tampak berdiri dengan tubuh bersimbah dadar sembari memegang dua buah celurit.

Pada video tersebut, korban mengungkapkan bahwa para pelaku pembacokan melarikan diri mengendarai mobil usai membacok mereka.

Beda Pilihan Calon Kades

Pihak Polres Bangkalan menduga insiden berdarah itu berkaitan dengan Pilkades di Desa Bator, Kecamatan Klampis. Pelaku dan korban diketahui berbeda pilihan, seperti dikutip dari akun Instagram @wecarebangkalanmadura, Senin (10/4).

Adapun ketiga korban pembacokan yang merupakan warga Kecamatan Klampis ialah Mayyis Abdullah (51), Amiluddin (55), dan Rifa’i. Pembacokan yang dilakukan pendukung calon kades lain menyebabkan ketiga korban terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP. Bangkit Dananjaya menuturkan, sesaat setelah kejadian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pembacokan. 

Dua Korban Meninggal

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh We Care Bangkalan Madura (@wecarebangkalanmadura)

Korban Mayyis Abdullah meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Warga asal Desa Bulung, Kecamatan Klampis itu menderita luka bacok cukup parah di kepala dan bagian tubuh lainnya. 

Menyusul Mayyis, korban Amiluddin meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit.

"Meninggal Sabtu (8/4) petang menjelang buka puasa di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan," terang anggota Polres Bangkalan, AKP Anang Widiarto, Sabtu malam.

Jenazah Amiluddin kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan. Proses pemakaman korban pembacokan itu dikawal oleh pihak Polsek dan Koramil Klampis.

Komentar Warganet

Sementara, satu korban lain yang bernama Rifa'i, warga Desa Bator, Kecamatan Klampis hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Bangkalan. 

“Dia mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam,” tulis @wecarebangkalanmadura. 

Melihat insiden Pilkades berdarah yang terjadi di Desa Bator, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan itu, warganet pun ramai berkomentar. 

“Emangnya dapat apa sampai segitunya bela-belain hingga lupa segalanya,” komentar pemilik akun Instagram @anna** 

“Sampai bunuh-bunuhan gitu, dapat apa dari calonnya?” selidik @rossi** 

“Miris ya ajang pilkades jadi ajang adu otot, taruh nyawa. Selanjutnya ganti ajang adu otak, adu kebijakan, entah debat atau apa. Semoga masyarakat kita ke depannya bisa sportif dan tetap menjaga solidaritas,” ungkap @indah**

Halaman Berikutnya Dapat Restu Keluarga Bani Bishri, Cucu Pendiri NU Siap Maju Bursa Ketum PBNU
Rekomendasi