Persahabatan Bonek dan Jakmania Sudah Ada sejak Masa Penjajah, Kisahnya Bikin Haru

Momen para bonek mengawal Persija saat latihan maupun pertandingan di Stadion Gelora Joko Samudro pada Rabu (5/3/2023) menjadi perbincangan hangat. Sikap bonek yang hangat terhadap klub berjuluk Macan Kemayoran itu rupanya bukan hal baru. Kedua klub itu memiliki hubungan hangat sejak masa penjajahan.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Persahabatan Bonek dan Jakmania Sudah Ada sejak Masa Penjajah, Kisahnya Bikin Haru
Persahabatan Bonek dan The Jakmania. ©2023 Merdeka.com/Instagram @ericahyadi_

Momen para bonek (suporter Persebaya) mengawal Persija saat latihan maupun pertandingan di Stadion Gelora Joko Samudro pada Rabu (5/3/2023) menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Aksi para bonek itu pun ramai mendapat pujian.

Sikap bonek yang hangat terhadap klub berjuluk Macan Kemayoran itu rupanya bukan hal baru. Kedua klub asal kota metropolitan itu memiliki hubungan yang hangat sejak masa penjajahan.

“Persebaya dan Persija didirikan masing-masing pada 1927 dan 1928 dengan motif perlawanan terhadap penjajah, yang kemudian melandasi semangat suporter kedua klub,” ungkap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui akun Instagramnya @ericahyadi_

Kisah Dio dan Rizky

Puluhan tahun usai berjuang bersama melawan penjajah, Dio Alif seorang Bonek dan Rizky Febrianto seorang The Jakmania meninggal dunia usai menjadi korban tabrak lari di Kota Surabaya pada 21 Mei 2018 silam. Kematian mereka menjadi duka bagi keluarga dan kalangan dua kelompok suporter.

Saat itu, keduanya masih berusia belasan tahun dan seharusnya masa depan mereka masih panjang. Namun, hari tak bisa diputar kembali. Meskipun meninggal di usia muda, keduanya berhasil menunjukkan bahwa persahabatan dua suporter yang saling berseberangan itu nyata adanya. 

“Dio dan Rizky menunjukkan bahwa sepak bola bukan pemisah, klub idola bukan pembeda yang membuat kita bertengkar. Makna kemanusiaan melebihi warna jersey dan pertemanan melampaui angka di papan skor,” imbuh Eri Cahyadi, Rabu (5/4/2023). 

Catat Sejarah Baru

Eri Cahyadi mengungkapkan, pertandingan lanjutan Liga 1 musim 2022/2023 yang mempertemukan Persebaya dan Persija akan dicatat sebagai “Hari Kembalinya Saudara yang Lama Tak Berjumpa”. Pertandingan klub Bajul Ijo dengan Macan Kemayoran itu, kata Eri, patut disebat “El Clasico” lantaran Persebaya dan Persija adalah representasi dua kiblat sepak bola Indonesia.

Menariknya, di luar lapangan, semangat persahabatan telah tumbuh di antara Bonek dan The Jak. 

“Bonek mengawal rombongan Persija. Bonek juga menyambut The Jak dengan hangat,” ujar Cak Eri, sapaan akrabnya.

Dia pun berharap apapun yang terjadi dalam pertandingan Persebaya melawan Persija tetap membuat persahabatan kedua tim dan pendukungnya tak lekang oleh waktu.

“Andai Dio Alif dan Rizky Febrianto masih ada, mungkin mereka akan duduk bersebelahan di tribun hari ini, saling ledek saat pemain Persebaya dan Persija sukses saling bobol gawang. Kemudian bersalaman saat wasit meniupkan peluit akhir pertandingan,” ungkap Cak Eri.

Rekomendasi