Retribusi parkir di Kota Madiun, Jawa Timur tengah menjadi sorotan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena potensi pendapatannya disebut tidak optimal. Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rasidi, mengungkapkan pihaknya bakal menerapkan one gate system (OGS) di Pasar Besar Madiun (PBM) untuk mengoptimalkan pendapatan retribusi parkir.
‘’Seperti yang disampaikan bapak wali kota, bahwa Kota Madiun tengah dipantau KPK terkait potensi kehilangan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor retribusi parkir,’’ ujar Ansar, Rabu (15/3).
Sebelumnya, penerapan OGS sudah dilakukan di Pasar Sleko. Hasilnya, pendapatan dari retribusi parkir melonjak 100 persen lebih. Sebelumnya, retribusi parkir di Pasar Sleko hanya sebesar Rp157 juta dalam setahun. Penerapan OGS membuat pendapatan dari retribusi parkir melonjak jadi Rp450 juta dalam setahun.
Advertisement
Diperkirakan Capai Miliaran
Ansar menuturkan, potensi Pendapatan Asli Daerah dari retribusi parkir sejatinya bernilai besar. Dia mencontohkan retribusi parkir di Pasar Sleko yang naik 150 persen setelah dikelola menggunakan sistem OGS atau portal. Potensi retribusi parkir Pasar Besar Madiun tentu akan jauh lebih besar dibandingkan Pasar Sleko.
Saat ini, pendapatan dari retribusi parkir Pasar Besar Madiun sebesar Rp788 juta setahun. Padahal potensinya diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Melihat potensi tersebut, tidak heran jika PAD dari retribusi di Kota Madiun menjadi sorotan penegak hukum.
‘’Kami optimis potensi PAD-nya lebih besar dari pada yang saat ini disetorkan. Pengelolaan ke depan akan kita optimalkan seperti di Pasar Sleko,’’ tegasnya, dikutip dari akun Instagram @madiuntoday.id, Kamis (16/3/2023).
Advertisement
Pengelolaan Parkir saat Ini
Selama ini, pengelolaan parkir di Pasar Besar Madiun dikelola oleh sekelompok masyarakat. Mereka kemudian menyetorkan retribusi parkir kepada Dinas Perdagangan dengan nominal bervariasi setiap bulannya.
Pada tahun 2022 lalu, setoran parkir dari kelompok masyarakat pengelola parkir Pasar Besar Madiun sebesar Rp788 juta.
“Pengawasan memang sulit dilakukan. Sebaliknya, jumlah kendaraan yang terparkir di PBM akan terhitung akurat jika menggunakan sistem OGS,” tandas Ansar.