Sekelompok mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Kediri, Jawa Timur berhasil menyulap tanaman liar menjadi sabun mandi organik dan digadang-gadang bakal membuka peluang usaha di bidang kecantikan. Mereka adalah Zumrotus Sholikhah, Rahman, Winda Ayu Nur Andini, dan Seroja Enjang Prasasti.
Keempat mahasiswa Prodi S-1 Manajemen PSDKU Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Kediri itu bahkan berhasil meraih juara dalam Lomba Creanovative Entrepreneur 2022.
"Produk kami terdapat dua jenis yaitu cair dan padat dengan variasi aroma. Terbuat dari bahan organik, produk kami bermanfaat untuk membersihkan tubuh, melembapkan kulit secara alami dan aman untuk kesehatan kulit," jelas Zumrotus Sholikhah di Kediri, Kamis (5/1).
Advertisement
Kurangi Limbah Sabun
Zumrotus mengungkapkan, selama ini sabun menjadi salah satu penghasil limbah rumah tangga paling banyak dan keberadaannya dapat mencemari sumber air. Berangkat dari permasalahan sosial tersebut, ia dan kawan-kawannya akhirnya membuat sabun mandi dengan bahan organik.
Sabun organik yang diberi nama Asana itu diolah dari tanaman Pegagan yang memiliki bahasa latin Centella asiatica.
Tanaman ini dipilih justru karena di beberapa lingkungan dikenal sebagai tanaman liar. Padahal saat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, pegagan dapat dijadikan bahan sabun mandi.
"Melalui produk ini, kami berharap dapat membuka peluang usaha baru sekaligus merawat lingkungan dengan membudidayakan tanaman Centella asiatica yang masih tergolong liar ini," ujar Zumrotus, dikutip dari Antara.
Advertisement
Peluang Usaha Baru
Kepala UPT Kewirausahaan Udinus Nila Tristiarini mengucapkan selamat kepada produk Asana yang berhasil menjuarai ajang tahunan Expo Creanovative Entrepreneur. Pada kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu, produk bernama Asana tersebut meraih juara dua untuk Kategori Pitch Deck, berupa Centella Asiatica Body Soap.
Di tengah perkembangan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat, kata dia, ide kreatif sebagaimana yang dilakukan para mahasiswa itu tentunya akan membuka banyak peluang usaha baru.
"Kami terus mendukung mahasiswa berpikir kreatif menciptakan produk-produk baru dari berbagai bidang, untuk melahirkan wirausahawan baru di masa yang akan datang," tutur Nila.