Bahan Tambahan Makanan untuk MPASI Penuh Nutrisi, Ini Rekomendasinya

MPASI berperan sebagai "pelengkap" atau penambah ASI atau susu formula yang harus terus Anda berikan kepada anak. Memilih bahan tambahan makanan untuk MPASI bayi tak boleh sembarangan. Karena, memberi bayi makanan padat adalah masa-masa penting bagi pertumbuhannya.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Bahan Tambahan Makanan untuk MPASI Penuh Nutrisi, Ini Rekomendasinya
mpasi. ©2020 Merdeka.com

Memilih bahan tambahan makanan untuk MPASI bayi tak boleh sembarangan. Memberi bayi makanan padat adalah masa-masa penting bagi pertumbuhannya. Makanan dan minuman yang Anda berikan kepada anak pada masa ini disebut makanan pendamping ASI (MPASI).

MPASI berperan sebagai "pelengkap" atau penambah ASI atau susu formula yang harus terus Anda berikan kepada anak. Antara tahun pertama dan kedua anak, ia akan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam makan bersama keluarga.

Dan pada saat anak berusia 2 tahun, ia akan dapat makan sebagian besar makanan yang sama dengan Anda. Beberapa keterampilan, seperti memberi makan dengan jari, minum dari cangkir, dan menggunakan sendok adalah bagian dari tonggak perkembangan anak.

Saat sedang berada dalam masa ini, ada beberapa bahan tambahan makanan untuk MPASI yang baik untuk Anda berikan. Berikut daftarnya.

Perkenalkan MPASI pada Saat yang Tepat

Sekitar usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai melebihi dari apa yang bisa disediakan oleh ASI. Untuk itu, makanan pendamping diperlukan guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Bayi pada usia ini secara perkembangan juga telah siap untuk makanan lain. Transisi ini disebut sebagai makanan pendamping ASI (MPASI).

Jika makanan pendamping tidak diperkenalkan sekitar usia 6 bulan, atau jika diberikan secara tidak tepat, pertumbuhan bayi dapat terganggu. Mengutip laman who.int, untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi bayi, makanan pendamping ASI harus:

  • Tepat waktu – artinya diberikan saat kebutuhan energi dan nutrisi melebihi apa yang dapat diberikan melalui ASI eksklusif;
  • Memadai – artinya menyediakan energi, protein, dan zat gizi mikro yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang tumbuh;
  • Aman – artinya disimpan dan disiapkan secara higienis, dan diberi makan dengan tangan bersih menggunakan peralatan bersih dan bukan botol dan dot;
  • Diberi makan dengan benar – artinya diberikan sesuai dengan sinyal nafsu makan dan rasa kenyang anak, dan frekuensi makan serta pemberian makan sesuai dengan usia.

Bahan Tambahan Makanan untuk MPASI

Beberapa bahan tambahan makanan untuk MPASI berikut ini ideal untuk diberikan pada bayi karena penuh dengan nutrisi penting, harganya terjangkau, mudah disiapkan, dan lezat. Menurut American Academy of Pediatrics, penting untuk menawarkan bayi Anda berbagai makanan sehat.

Ada banyak sekali makanan sehat dan ramah bayi di luar sana, tetapi berikut ini adalah beberapa jenis yang direkomendasikan oleh dokter dan ahli gizi, mulai dari buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin hingga daging dan kacang-kacangan yang sarat dengan protein

Sebelum memperkenalkan makanan padat, bicarakan dengan dokter tentang kesiapan bayi Anda untuk makanan padat, dan makanan apa yang harus diperkenalkan serta kapan waktu yang tepat. Kemudian perkenalkan makanan satu per satu, secara berkala, untuk melihat reaksi alergi.

Berikut ulasannya;

1. Alpukat

Alpukat adalah bahan tambahan makanan untuk MPASI yang pertama. Buah bermentega ini kaya akan lemak tak jenuh sehat yang membantu meningkatkan perkembangan otak. Faktanya, komposisi lemak alpukat agak mirip dengan ASI.

2. Pisang

Bahan tambahan makanan untuk MPASI yang kedua adalah pisang. Dikenal sebagai sumber potasium yang baik, buah ini juga mengandung vitamin B6 dan C, serat, dan magnesium. Anda bisa membuat pure pisang dan mangga untuk si kecil. Atau, untuk smoothie pertama si kecil, haluskan pisang dan potongan buah persik dengan yogurt susu murni.

3. Blueberry

Blueberry adalah bahan tambahan makanan untuk MPASI yang ketiga. Blueberry penuh dengan antioksidan. Warna biru dari buah beri ini berasal dari flavonoid yang bermanfaat bagi mata, otak, dan bahkan saluran kemih bayi.

4. Brokoli

Bahan tambahan makanan untuk MPASI yang keempat adalah brokoli. Sayuran silangan ini merupakan sumber yang kaya nutrisi penting, termasuk serat, folat, dan kalsium. Perkenalkan bayi Anda pada rasa brokoli sejak dini untuk memperluas seleranya dan mendorongnya agar doyan dengan sayuran hijau.

5. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dan polong-polongan adalah bahan tambahan makanan untuk MPASI kelima yang juga baik diberikan. Bahan makanan ini mengandung banyak protein dan serat tanpa lemak. Anda bisa merebusnya menjadi bubur yang enak dan tepat untuk gigitan bayi. Selain itu, kacang-kacangan juga salah satu makanan sehat termurah yang bisa Anda beli.

6. Daging

Bahan tambahan makanan untuk MPASI yang keenam adalah daging. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. American Academy of Pediatrics merekomendasikan daging sebagai makanan pertama karena merupakan sumber protein, seng, dan zat besi yang sangat baik, terutama daging merah dan daging unggas berwarna gelap. Plus, bayi menyerap zat besi lebih mudah dari daging daripada dari sereal yang diperkaya zat besi.

7. Plum

Buah plum adalah bahan tambahan makanan untuk MPASI selanjutnya. Buah yang lembut, dan manis ini penuh serat. Bayi dapat menderita sembelit saat beralih ke makanan padat, karena ini adalah perubahan besar bagi sistem mereka. Tambahkan pure plum ke dalam makanan bayi Anda untuk membantu pencernaan dan menjaganya agar tetap bergerak.

8. Ubi jalar

Ubi jalar adalah salah satu makanan pertama yang populer untuk bayi, yang cenderung menyukai rasa manis dan teksturnya. Sayuran akar berwarna cerah ini dikemas dengan beta-karoten, vitamin C, dan mineral, termasuk zat besi dan tembaga.

9. Yogurt

Bahan tambahan makanan untuk MPASI yang terakhir adalah yogurt. Yoghurt krim kaya akan kalsium dan vitamin D, yang diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi. Bayi Anda dapat menikmatinya pada usia 4 hingga 6 bulan.

Rekomendasi