Buntut Kenaikan BBM, Pemkot Kediri Siapkan Rp120,5 Miliar untuk Bantu Warga

Pemerintah Kota Kediri Jawa Timur menyiapkan jaring pengaman sosial untuk mengendalikan inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM. Totalnya mencapai Rp120,5 miliar.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Buntut Kenaikan BBM, Pemkot Kediri Siapkan Rp120,5 Miliar untuk Bantu Warga
Ilustrasi SPBU. ©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan beberapa harga bahan bakar minyak (BBM) memicu inflasi.

Pemerintah Kota Kediri Jawa Timur menyiapkan jaring pengaman sosial untuk mengendalikan inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM.

"Kami mempunyai pengalaman sebelumnya saat pandemi. Di Kota Kediri jauh-jauh hari sudah menyediakan khususnya jaring pengaman sosial. Kami menjaga warga yang masih rentan," tutur Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Kamis (8/9/2022).

Jaring Pengaman Sosial

Pada rapat koordinasi pengendalian inflasi dan jaring pengaman sosial untuk penanggulangan dampak kenaikan BBM tahun 2022 itu, Wali Kota Kediri menyatakan bahwa pemkot setempat telah membuat portal website Siaga Inflasi Aman Terkendali (Siasat).

Website tersebut memuat berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat, mulai pusat panggilan, hingga bantuan modal melalui program dana bergulir yang diperuntukkan bagi pelaku usaha di Kota Kediri dengan bunga rendah. Bunga yang diberikan yakni dua persen per tahun.

"Ini sudah sesuai dengan arahan Pak Mendagri. Apabila nanti ada warga yang minta diajari latihan kerja maka di situ sudah ada daftar wirausaha baru dan mengisi formulirnya," jelas Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.

Website tersebut juga memuat jadwal operasi pasar. Disebutkan bahwa Pemerintah Kota Kediri akan melakukan operasi pasar sebanyak empat kali dalam sebulan. Di mana di setiap kecamatan, operasi pasar dilakukan di dua titik berbeda. 

Selain itu, ada pula layanan untuk memantau harga komoditas yang ada di Kota Kediri, termasuk cek bantuan sosial. Masyarakat dapat melakukan pengecekan mandiri terkait bantuan sosial yang diterimanya.

Layanan Lain

Ada juga layanan registrasi untuk tukang ojek. Masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek dapat mendaftarkan diri supaya mendapat bantuan sosial.

"Apabila memang berprofesi sebagai tukang ojek dan masih aktif maka kita akan beri bantuan," ujar Mas Abu, dikutip dari Antara.

Pemerintah Kota Kediri meredam gejolak akibat kenaikan harga BBM dengan memberikan jaring pengaman sosial seperti pelatihan kerja, permodalan, dan bantuan sosial.

"Anggaran kami sebesar Rp120,5 miliar. InsyaAllah cukup untuk membantu masyarakat kita," pungkasnya.

Rekomendasi