Produksi sampah plastik di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai 95 ton per hari. Merespons permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
Pembentukan satgas pengurangan kantong plastik itu merupakan bagian dari upaya mengawal dan menegakkan Peraturan Wali Kota Nomor 16 Tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.
"Satgas ini nantinya berdasarkan SK Wali Kota Surabaya," tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, Senin (4/4).
Advertisement
Libatkan Sejumlah OPD
Satgas pengurangan kantong plastik itu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Surabaya yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Satpol PP, Kecamatan dan Kelurahan.
Hebi menuturkan, saat ini pola kerja satgas masih dirancang. Ke depan diharapkan kinerja Satgas pengurangan kantong plastik ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.
"Supaya nanti Satgas tidak bingung dan tidak 'ngawur' saat bekerja," tegasnya, dikutip dari Antara.
Adapun sejumlah tempat yang bakal menjadi sorotan Satgas dalam upaya pengurangan kantong plastik adalah toko modern dan pasar modern.
"Yang mudah dan bisa dilakukan dulu, baru pasar. Yang sulit ini kan pasar," imbuh dia.
Advertisement
Sanksi
Pihak DLH Kota Surabaya juga telah menyiapkan sejumlah sanksi mulai dari teguran lisan atau tertulis hingga peninjauan izin usaha. Koordinator Komunitas Nol Sampah Wawan Some menyatakan siap mengawasi pelaksanaan Perwali 16/2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Wawan mengaku pihaknya mendorong penuh aturan pengurangan penggunaan sampah plastik di Kota Pahlawan itu.
Mengingat berdasarkan hasil pantauan di lapangan yang dilakukan Komunitas Nol Sampah bersama Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), dari 1.600 ton sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo dalam sehari, sebanyak 27 persen di antaranya merupakan sampah plastik.
"Artinya ada sekitar 95 ton sampah plastik per hari. Kalau DLH menargetkan berkurang 50 persen per tahun, maka akan ada pengurangan sekitar 45 persen per hari," terangnya.