Indonesia memiliki banyak aktor dan aktris berbakat. Tak hanya berkiprah di tanah air, pegiat dunia seni peran ini juga melebarkan sayapnya hingga luar negeri. Salah satunya yang kini berlaga di layar lebar mancanegara adalah Hannah Al Rashid.
Sukses menjadi aktris di tanah air tak membuat Hannah lantas berpuas diri. Ia juga mencoba peruntungan di negara orang. Baru-baru ini dirinya diketahui terlibat film Never Back Down Revolt.
Sudah sukses menembus pasar internasional, Hannah rupanya tak lupa perjuangan kerasnya di industri hiburan. Melansir dari akun Instagram pribadinya, Hannah membeberkan kisah masa sulitnya yang bertahan dengan uang Rp50 ribu.
Selengkapnya, simak kisah Hannah Al Rashid yang berhasil dirangkum oleh Merdeka berikut ini.
Advertisement
Pernah Hidup Bergantung Uang Rp50 Ribu
Perjalanan karier Hannah bisa dibilang bermula dari aksi nekat. Di tahun 2008 ia memberanikan diri pindah dari London ke Jakarta untuk mengejar mimpi. Namun rupanya mewujudkan impian tak semulus dugaannya. Ia sempat bertahan hidup hanya dengan uang Rp50 ribu karena honor syuting belum juga cair.
"Tahun 2008, tepatnya 2 minggu setelah wisuda di London saya pindah ke Jakarta dengan uang seadanya dan mimpi besar untuk kerja di UNDP. Kenyataannya hidup membawa saya ke arah yang berbeda, yang unexpected. Sempat rasain momen2 di mana uang tinggal 50rb rupiah, karena honor shooting ga turun-turun, tapi malu juga minta bantuan, jadi keep hustling and keep fighting aja," tulisnya.
Advertisement
Hidup Mengajarkan Pantang Menyerah
©2021 Merdeka.com/instagram.com
Pernah menjalani masa sulit sebelum akhirnya hidup lebih baik, Hannah mengaku banyak mendapat pelajaran. Sebagai seorang manusia, ia menyadari bahwa hidup tak selalu mulus untuk dijalani. Meski begitu usaha dan perjuangan harus tetap dilakukan agar hidup lebih bahagia dari jerih payah sendiri.
"Jalan tidak selalu mulus, rencana bisa berubah-ubah, tapi usaha dan rasa berjuang harus tetap ada. Have pride in whatever it is that you do, have pride in yourself. Bangga jadi perempuan yang bahagia karena makan dari keringetnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri," imbuhnya.