Seorang pemuda bernama Agus Salim (21), warga Dusun Berkon Barat, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berhasil menciptakan pom bensin mini yang tak biasa. Di pom bensin tersebut, para pelanggan bisa mengisi bahan bakar secara otomatis hanya dengan memasukkan sejumlah uang.
Menurut Agus Salim, dengan pom mini buatannya itu pelanggan bisa melakukan pengisian bahan bakar secara mandiri dan otomatis. Ia mengaku membuat alat tersebut secara otodidak.
“Ini merupakan alat yang berangkat dari inisiatif saya. Sebelumnya saya belajar dan merakit alat sampai jadi (pom mini),” terangnya, dikutip dari kanal youtube Spektrum Madura, Kamis (24/3).
Advertisement
Pelanggan Hanya Cukup Masukkan Uang
Pom mini buatan Agus memang terbilang praktis. Para pelanggan yang hendak mengisi bahan bakar hanya tinggal memasukkan uang dengan nominal jumlah bahan bakar yang dibeli, kemudian pilih tombol jenis bahan bakar yakni Pertalite dan Pertamax.
Kurang dari beberapa menit, bahan bakar tersebut langsung keluar dari selang sesuai nominal pembelian.
“Saya bersyukur alat tersebut bisa difungsikan, walaupun masih harus banyak yang dikembangkan kembali,” terang pemuda lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) itu.
Advertisement
Berkonsep Digital
Konsep yang ditawarkan Agus juga terbilang unik karena mesin secara otomatis membaca nominal uang dari para pelanggan.
Diperlukan waktu selama enam bulan untuk mempelajari sistem digital Arduino di pomnya, termasuk merakitnya menjadi sebuah mesin pengisi bahan bakar. Perakitannya sendiri disebut Agus dibantu oleh kedua orang tuanya.
“Sistem kerjanya modern, pembeli tinggal memasukkan uang ke dalam mesin sehingga tidak perlu memanggil petugas (mengisi secara mandiri),” lanjutnya.
Advertisement
Berawal Dari Hobi Otak Atik Elektronik
Agus menambahkan, mulanya ide pembuatan pom mini digital tersebut datang dari hobinya mengotak ngatik barang elektronik. Kemudian gagasan tersebut ia tuangkan untuk membuat alat pengisian bensin yang memudahkan pembelinya.
Adapun untuk merakit komponen, hingga penutup mesin Agus menghabiskan biaya sebesar Rp6 juta. Ia pun berharap buatannya bisa bermanfaat bagi warga di sekitar tempat tinggalnya, terlebih saat mengisi bahan bakar.
Untuk jam operasional, pom mini buatan Agus beroperasi setiap pukul 17.00 sampai 19.00 WIB malam.