LKBN ANTARA Tekankan Pentingnya Adaptasi Jurnalis Digital di Era Perubahan

Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur, Abdul Malik Ibrahim, menyoroti urgensi adaptasi jurnalis terhadap perubahan di era digital untuk menjaga relevansi dan kualitas jurnalistik, tanpa meninggalkan prinsip dasar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
LKBN ANTARA Tekankan Pentingnya Adaptasi Jurnalis Digital di Era Perubahan
Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur, Abdul Malik Ibrahim, menyoroti urgensi adaptasi jurnalis terhadap perubahan di era digital untuk menjaga relevansi dan kualitas jurnalistik, tanpa meninggalkan prinsip dasar. (AntaraNews)

Gresik, Jawa Timur – Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Jawa Timur, Abdul Malik Ibrahim, menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi bagi jurnalis di tengah perubahan pesat era digital. Penekanan ini disampaikan saat penutupan Workshop Jurnalis Gresik, sebuah kolaborasi antara PT Freeport Indonesia dan Lembaga Pendidikan ANTARA, pada Sabtu (08/8).

Menurut Abdul Malik, perkembangan teknologi yang masif, menjamurnya media sosial, serta pergeseran perilaku audiens secara signifikan menuntut para wartawan. Mereka harus terus-menerus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka, serta menyesuaikan cara penyampaian informasi.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembaharuan ini tidak boleh meninggalkan prinsip-prinsip fundamental jurnalistik. Integritas merupakan nilai yang abadi dan harus tetap dijaga di tengah dinamika perubahan zaman.

Pentingnya Adaptasi di Era Digital

Abdul Malik mengutip pemikiran filsuf Yunani Herakleitos yang menyatakan bahwa “yang abadi hanyalah perubahan” sebagai pengingat mendalam. Ia menilai bahwa perubahan adalah keniscayaan yang tidak dapat dihindari, termasuk dalam lanskap dunia jurnalistik yang terus berkembang pesat.

Kutipan tersebut menjadi sangat relevan dengan semangat workshop yang baru saja berakhir, yang secara aktif mendorong para wartawan. Tujuannya agar mereka tidak terjebak pada metode atau cara-cara lama dalam bekerja.

Jurnalis, kata Abdul Malik, perlu memiliki keterbukaan terhadap teknologi-teknologi baru yang muncul. Mereka juga harus memahami ekosistem media digital secara menyeluruh, serta mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana distribusi informasi yang bertanggung jawab.

“Kalau kita menolak perubahan, kita akan tertinggal. Tetapi kalau kita memahami perubahan dan beradaptasi, kita bisa tetap relevan sekaligus menjaga kualitas jurnalisme,” ujarnya, menekankan konsekuensi dari menolak inovasi.

Menjaga Integritas dan Kualitas Jurnalisme

Meskipun cara kerja dan penyampaian informasi harus terus berkembang, Abdul Malik Ibrahim menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan. Prinsip-prinsip jurnalistik yang kuat harus tetap menjadi pegangan utama bagi setiap profesional media.

Ia juga mengutip pemikiran Aristoteles yang menyatakan bahwa akar pendidikan itu pahit, tetapi buahnya manis. Kutipan ini dinilai sebagai pengingat bahwa proses belajar dan beradaptasi sering kali penuh tantangan dan tidak mudah.

Namun, lanjut Abdul Malik, upaya keras dalam beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri akan menghasilkan manfaat jangka panjang yang signifikan. Hal ini akan memastikan relevansi dan kualitas jurnalisme di masa depan.

Peningkatan Kapasitas Melalui Workshop Jurnalis Gresik

Workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 21 wartawan dari berbagai media yang beroperasi di Kabupaten Gresik. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas jurnalis daerah.

Materi yang disampaikan dalam workshop ini sangat beragam dan relevan dengan kebutuhan jurnalis di era digital. Ini meliputi personal branding, strategi konten digital, serta teknik distribusi berita yang efektif di media sosial.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan praktik langsung dalam penyusunan konten jurnalistik digital. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat membuat jurnalis lebih adaptif menghadapi transformasi digital, sekaligus menjaga standar profesional jurnalistik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi