Nenek Korban Erupsi Semeru Izin Petugas Posko Pulang ke Rumah demi Lakukan Ini

Rasmi, nenek berusia 60 tahun warga Desa Kebonagung, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur izin kepada petugas di posko pengungsian untuk pulang sebentar. Ternyata ini yang ia lakukan.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Nenek Korban Erupsi Semeru Izin Petugas Posko Pulang ke Rumah demi Lakukan Ini
Pantauan udara desa tersapu erupsi Gunung Semeru. ©ADEK BERRY/AFP

Rasmi, nenek berusia 60 tahun warga Desa Kebonagung, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur izin kepada petugas di posko pengungsian untuk pulang sebentar pada Selasa (7/12/2021). Ia berniat membersihkan rumahnya dari abu sisa awan panas guguran Gunung Semeru.

“Kalau cuacanya cerah, saya minta izin ke petugas di posko untuk pulang sebentar bersih-bersih rumah,” ujar Rasmi di halaman rumahnya.

Selain Rasmi, beberapa warga lain juga izin meninggalkan posko pengungsian untuk membersihkan rumahnya. Mereka membersihkan sisa abu erupsi Semeru, terutama di bagian depan dan dinding teras rumah.

Pilih Mengungsi

Perempuan paruh baya itu memilih mengungsi di posko untuk sementara waktu demi kesehatan dan keselamatannya.

Desa tempat tinggalnya tak terdampak langsung, tetapi ia mengaku tidak tenang jika tetap tinggal di rumah. Ia memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman bersama para tetangga.

Saat aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat pada Sabtu (4/12) sore, Rasmi berlari menyelamatkan diri menuju Balai Desa Sumberwuluh yang terletak sekitar 200 meter dari rumahnya.

“Anak saya ada yang di rumah saudaranya, ada juga yang di posko. Semoga suasananya segera kembali seperti dulu,” harapnya, dikutip dari Antara.

Kehilangan Anggota Keluarga

Erupsi Gunung Semeru pada akhir pekan lalu itu menyebabkan ia harus kehilangan keponakannya. Bahkan, hingga kini salah satu di antaranya belum ditemukan.

“Pak Besut itu masih saudara saya dan jasadnya sudah ketemu, lalu dimakamkan. Kemudian ada juga namanya Randy yang sampai saat ini belum ditemukan,” tuturnya.

Pada Sabtu sore itu, Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dan berdampak pada daerah di sekitarnya. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke berbagai tempat yang lebih aman untuk menghindari awan panas gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu.

Rekomendasi