Saffron adalah salah satu bumbu masakan yang memiliki banyak kegunaan, mulai dari pengawet, pewarna, bahan makanan, farmasi, hingga obat tradisional. Saffron berasal dari stigma atau kepala putik tanaman berbunga abadi Crocus sativus L. (keluarga Iridaceae) yang selama berabad-abad telah dibudidayakan di bawah kondisi klimaks tertentu di Iran, India, dan Eropa selatan.
Saffron juga dikenal dengan harganya yang sangat mahal. Mengutip ulasan dalam Nutrition Today Journal, harganya yang cukup fantastis sebagian besar dikarenakan prosedur panennya yang sangat padat karya dan teliti. Menurut beberapa perkiraan, 225.000 kepala putik dari 75.000 bunga diperlukan untuk menghasilkan 1 pon safron.
Saffron telah digunakan untuk memperkaya rasa dari bayak makanan daerah populer seperti paella di Spanyol, nasi pulao di India, dan khoreshes (hidangan rebusan) di Iran dan digunakan juga dalam beragam resep lain. Lebih dari 100 senyawa biologis aktif telah diidentifikasi keberadaannya di dalam safron seperti crocin, crocetin, picrocrocin, dan safranal yang menjadi bioaktif utamanya.
Manfaat saffron yang menakjubkan menjadikannya bahan kuliner yang berharga di seluruh dunia. Penelitian modern menunjukkan bahwa safron dapat digunakan sebagai afrodisiak, diaforis, karminatif (mencegah gas) dan untuk melancarkan haid. Berikut ulasan selengkapnya mengenai manfaat saffron yang menarik diketahui, dilansir dari medicalneswtoday.com dan food.ndtv.com.
Advertisement
1. Mengandung Antioksidan yang Kuat
Manfaat saffron yang pertama terdapat dalam kandungan antioksidannya yang kuat. Saffron mengandung beragam senyawa tanaman yang bertindak sebagai antioksidan atau molekul yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan stres oksidatif. Antioksidan saffron yang terkenal termasuk crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol.
Crocin dan crocetin adalah pigmen karotenoid dan bertanggung jawab atas warna merah saffron. Kedua senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antidepresan, melindungi sel-sel otak dari kerusakan progresif, meningkatkan peradangan, mengurangi nafsu makan, dan membantu penurunan berat badan.
Sementara safranal memberi saffron rasa dan aroma yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa ini dapat membantu meningkatkan suasana hati, memori, kemampuan belajar, serta melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif. Terakhir, kaempferol yang ditemukan di kelopak bunga safron dikaitkan dengan manfaat kesehatan, seperti mengurangi peradangan, sifat antikanker, dan aktivitas antidepresan.
2. Lindungi Tubuh dari Kanker
Manfaat saffron yang kedua adalah untuk membantu melindungi tubuh dari kanker. Saffron mengandung karoten yang larut dalam air berwarna oranye gelap yang disebut crocin.
Crocin telah ditemukan untuk memicu apoptosis (kematian sel terprogram) di sejumlah jenis sel kanker manusia, leukemia, karsinoma ovarium, adenokarsinoma usus besar, dan sarkoma jaringan lunak.
Para peneliti yang telah mempelajari ekstrak saffron telah menemukan bahwa saffron dan komponen aktifnya menunjukkan kemampuan untuk menghambat sel-sel ganas dalam tubuh manusia.
Advertisement
3. Tingkatkan Mood dan Kurangi Gejala Depresi
Manfaat saffron yang ketiga adalah untuk membantu meningkatkan mood dan mengurangi gejala depresi. Saffron dijuluki "bumbu sinar matahari." Julukan ini bukan hanya karena warnanya yang cerah, tetapi juga karena dapat membantu mencerahkan suasana hati. Dalam ulasan lima penelitian yang termuat di Journal of Integrative Medicine, suplemen safron secara signifikan lebih efektif daripada plasebo dalam mengobati gejala depresi ringan hingga sedang.
Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi 30 mg safron setiap hari sama efektifnya dengan Fluoxetine, Imipramine, dan Citalopram, yang adalah pengobatan konvensional untuk depresi. Sementara temuan ini nampak menjanjikan, penelitian pada manusia yang lebih lama dan lebih lanjut dengan lebih banyak peserta masih diperlukan sebelum saffron dapat direkomendasikan sebagai pengobatan untuk depresi.
4. Kurangi Gejala PMS
Manfaat saffron yang keempat adalah untuk membantu mengurangi gejala PMS. Premenstrual syndrome (PMS) adalah istilah yang menggambarkan gejala fisik, emosional, dan psikologis yang terjadi sebelum dimulainya periode menstruasi pada wanita.
Studi menunjukkan bahwa saffron dapat membantu mengobati gejala PMS. Pada wanita berusia 20-45 tahun, mengonsumsi 30mg safron setiap hari lebih efektif daripada plasebo dalam mengobati gejala PMS seperti lekas marah, sakit kepala, mengidam, dan nyeri.
Advertisement
5. Bertindak Sebagai Afrodisiak
Manfaat saffron yang kelima adalah dapat bertindak sebagai afrodisiak. Afrodisiak adalah makanan atau suplemen yang membantu meningkatkan libido. Penelitian telah menunjukkan bahwa saffron memiliki sifat afrodisiak terutama pada orang yang sedang mengonsumsi obat antidepresan.
Misalnya, mengonsumsi 30mg saffron setiap hari selama empat minggu secara signifikan meningkatkan fungsi ereksi dibandingkan plasebo pada pria dengan disfungsi ereksi terkait antidepresan. Selain itu, analisis dari enam penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi saffron secara signifikan meningkatkan fungsi ereksi, libido, dan kepuasan keseluruhan tetapi tidak pada karakteristik air mani.
Pada wanita dengan hasrat seksual rendah karena mengonsumsi antidepresan, 30mg safron setiap hari selama empat minggu mengurangi rasa sakit terkait seks dan meningkatkan hasrat dan pelumasan seksual, dibandingkan dengan plasebo.
6. Kurangi Nafsu Makan dan Membantu Menurunkan Berat Badan
Manfaat saffron yang keenam adalah untuk membantu mengurangi nafsu makan dan membantu menurunkan berat badan. Ngemil adalah kebiasaan umum yang dapat menempatkan Anda pada risiko kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Menurut penelitian, saffron dapat membantu mencegah ngemil dengan menahan nafsu makan.
Dalam satu studi delapan minggu, wanita yang mengonsumsi suplemen saffron merasa jauh lebih kenyang, lebih jarang mengemil, dan kehilangan berat badan secara signifikan lebih banyak daripada wanita dalam kelompok plasebo.
Sementara dalam studi delapan minggu lainnya, mengonsumsi suplemen ekstrak saffron juga terbukti mampu membantu secara signifikan mengurangi nafsu makan, indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, dan massa lemak total.