Nama komika Coki Pardede tengah hangat diperbincangkan. Coki diringkus pihak kepolisian pada Rabu (1/9) lantaran kasus kepemilikan obat terlarang. Video amatir penangkapan Coki pun beredar luas di dunia maya.
Tak hanya video penangkapannya yang mendadak viral, potongan konten milik Majelis Lucu Indonesia (MLI) yang menampilkan Coki sedang berdialog dengan perwakilan Satresnarkoba mendadak viral.
Melansir dari Kapanlagi, salah satu perwakilan MLI, Luigi membeberkan fakta lain seiring dengan ditangkapnya Coki. Tak menyangkal pemberitaan yang sudah ada, Luigi menjelaskan jika pihak MLI sudah mendukung Coki untuk melakukan rehabilitasi jauh sebelum penangkapan.
Berikut pernyataan lengkap Luigi perwakilan MLI terkait kasus penangkapan Coki Pardede yang berhasil dirangkum oleh Merdeka.
Advertisement
Sebelum akhirnya ditangkap polisi, Luigi menjelaskan jika Coki sudah meminta untuk direhabilitasi. Coki juga sudah sempat berhenti mengonsumsi sabu namun kembali menggunakan sekitar delapan bulan terakhir di luar sepengetahuan manajemen.
"Mewakili manajerial, Coki tuh dulu udah berhenti, emang baru pakai (sabu) delapan bulan terakhir, dan kita nggak tahu, baru tahu setelah dia minta rehab," terangnya.
Advertisement
Secara detil Luigi juga menjelaskan jika prosedur rehabilitasi Coki telah sesuai prosedur. Mulai dari obat hingga psikiater semua terlibat dalam proses rehabilitasi. Kendati demikian, Luigi mengaku pihaknya kecolongan lantaran tak bisa mengawasi Coki selama 24 jam.
"Rehab lagi jalan, semua kita ikuti prosedur, ada obat, psikiater juga dan Coki lagi proses penyembuhan. Cuma kan kita nggak bisa mengawasi Coki 24 jam ya mungkin emang ini kesalahan dari kita juga sebagai manajerial bahwa waktu mau proses rehab itu kerjaan Coki udah terlalu banyak jadi kita nggak terlalu fokus (mengawasi). Emang kesalahan kita juga sebagai manajerial makanya kita minta maaf," pungkasnya.