Diet Flexitarian diciptakan oleh ahli diet Dawn Jackson Blatner untuk membantu orang menuai manfaat dari pola makan vegetarian sambil tetap menikmati produk hewani dalam jumlah sedang. Diet flexitarianlebih fleksibel daripada diet vegetarian atau pola makan vegan sepenuhnya.
Karena itulah nama diet ini merupakan gabungan dari kata fleksibel dan vegetarian. Vegetarian menghilangkan daging dan terkadang makanan hewani lainnya dari daftar konsumsi harian, sementara vegan sepenuhnya membatasi daging, ikan, telur, susu, dan semua produk makanan yang berasal dari hewan.
Karena flexitarian masih memakan produk hewani, pola ini tidak dianggap vegetarian atau vegan. Diet Flexitarian tidak memiliki aturan yang jelas atau jumlah kalori dan nutrisi makro yang direkomendasikan. Faktanya, diet ini lebih merupakan gaya hidup daripada diet.
Karena sifatnya yang fleksibel dan fokus pada apa yang harus dikonsumsi oleh tubuh, diet Flexitarian adalah pilihan populer bagi orang-orang yang ingin makan lebih sehat. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai diet flexitarian yang menarik untuk Anda ketahui.
Advertisement
Manfaat Diet Flexitarian bagi Kesehatan Tubuh
Melansir dari healthline.com, diet flexitarian diketahui dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Namun, karena tidak ada definisi yang jelas tentang diet ini, sulit untuk menilai apakah dan bagaimana manfaat yang diteliti dari diet nabati lainnya berlaku untuk Diet Flexitarian.
Namun demikian, penelitian tentang pola makan vegan dan vegetarian membantu dalam menyoroti bagaimana pola makan semi-vegetarian dapat meningkatkan kesehatan. Perlu diketahui, penting untuk mengonsumsi sebagian besar buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan utuh lainnya yang diproses secara minimal untuk menuai manfaat kesehatan dari makan nabati.
Mengurangi konsumsi daging sambil terus makan makanan olahan dengan banyak tambahan gula dan garam tidak akan menghasilkan manfaat yang sama. Berikut beberapa daftar manfaat diet flexitarian yang perlu diketahui:
Advertisement
1. Baik untuk Kesehatan Jantung
Diet kaya serat dan lemak sehat baik untuk kesehatan jantung, mengutip hasil penelitian oleh Department of Nutrition, Harvard School of Public Health. Sebuah penelitian yang mengikuti 45.000 orang dewasa selama 11 tahun menemukan bahwa vegetarian memiliki risiko penyakit jantung 32% lebih rendah, dibandingkan dengan non-vegetarian.
Hal ini mungkin karena fakta bahwa diet vegetarian sering kaya serat dan antioksidan yang dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kolesterol baik. Sebuah tinjauan dari 32 penelitian lain tentang efek diet vegetarian pada tekanan darah menunjukkan bahwa vegetarian memiliki tekanan darah sistolik rata-rata hampir tujuh poin lebih rendah daripada orang yang makan daging.
Karena studi ini mengamati diet vegetarian yang ketat, sulit untuk menilai apakah Diet Flexitarian akan memiliki efek yang sama pada tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Namun, pola makan flexitarian mengutamakan asupan nabati dan kemungkinan besar akan memiliki manfaat yang mirip dengan diet vegetarian sepenuhnya.
Advertisement
2. Bantu Turunkan Berat Badan
Diet flexitarian juga diketahui baik untuk membantu menurunkan berat badan. Hal ini sebagian karena diet flexitarian membatasi kalori tinggi, makanan olahan dan didorong untuk mengonsumsi lebih banyak makanan nabati yang secara alami lebih rendah kalori.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang mengikuti pola makan nabati dapat menurunkan berat badan lebih banyak daripada mereka yang tidak melakukan diet nabati.
Sebuah tinjauan studi yang dimuat dalam Journal of General Internal Medicine meneliti lebih dari 1.100 orang dan menemukan bahwa mereka yang mengikuti diet vegetarian selama 18 minggu kehilangan 4,5 pon (2 kg) lebih banyak daripada mereka yang tidak diet.
Penelitian selanjutnya juga menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti pola makan vegan cenderung kehilangan berat badan paling banyak, dibandingkan dengan vegetarian dan omnivora. Karena Diet Flexitarian lebih dekat dengan diet vegetarian daripada diet vegan, pola ini dapat membantu penurunan berat badan tetapi mungkin tidak sebanyak diet vegan.
Advertisement
3. Baik untuk Penderita Diabetes
Diabetes tipe 2 adalah epidemi kesehatan global. Makan makanan yang sehat, terutama yang berbasis nabati, dapat membantu mencegah dan mengelola penyakit ini. Hal ini kemungkinan besar karena pola makan nabati membantu penurunan berat badan dan mengandung banyak makanan yang tinggi serat dan rendah lemak tidak sehat dan tambahan gula.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di diabetesjournals.org pada lebih dari 60.000 peserta menemukan bahwa prevalensi diabetes tipe 2 adalah 1,5% lebih rendah pada semi-vegetarian atau flexitarian dibandingkan dengan non-vegetarian.
Penelitian tambahan menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang makan makanan vegetarian memiliki hemoglobin A1c 0,39% lebih rendah (rata-rata tiga bulan pembacaan gula darah) dibandingkan dengan kondisi yang makan produk hewani.
Advertisement
4. Cegah Penyakit Kanker
Buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian semuanya memiliki nutrisi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah kanker. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet vegetarian dikaitkan dengan rendahnya tingkat risiko terkena semua jenis kanker, terutama kanker kolorektal.
Sebuah studi yang dilaksanakan selama 7 tahun, yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine meneliti kasus kanker kolorektal pada 78.000 orang dan ditemukan bahwa semi-vegetarian 8% lebih kecil kemungkinannya untuk terkena kanker jenis ini, dibandingkan dengan non-vegetarian.
Oleh karena itu, memasukkan lebih banyak makanan vegetarian dengan makan flexitarian dapat mengurangi risiko Anda terkena kanker.
Advertisement
Diet Flexitarian Baik untuk Lingkungan
Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, diet Flexitarian juga membawa manfaat bagi lingkungan. Mengurangi konsumsi daging dapat membantu melestarikan sumber daya alam dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, serta penggunaan lahan dan air.
Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam journals.plos.org tentang keberlanjutan pola makan nabati menemukan bahwa beralih dari pola makan rata-rata ke makan fleksibel, di mana daging sebagian digantikan oleh makanan nabati, dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7%.
Mengonsumsi lebih banyak makanan nabati juga akan mendorong permintaan lahan yang lebih banyak, yang nantinya dikhususkan untuk menanam buah-buahan dan sayuran bagi manusia daripada pakan ternak.
Budidaya tanaman membutuhkan sumber daya yang jauh lebih sedikit daripada memelihara hewan untuk dimakan. Faktanya, menanam protein nabati menggunakan energi 11 kali lebih sedikit daripada memproduksi protein hewani.