Wabah antraks ditemukan di salah satu desa penghasil susu di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Meski demikian, harga susu sapi hasil perahan peternak di wilayah setempat terpantau masih stabil, yakni pada kisaran Rp5.800 per liter.
"Sejauh ini penjualan susu tetap berjalan normal. Harganya bahkan masih sama dengan sebelum ada isu antraks, yakni Rp5.800 per liter," tutur Kepala Dusun Toro, Desa Sidomulyo, Tulunggaung, Agung Ari Saputra, Rabu (10/6/2021).
Advertisement
Pemerahan dan Penjualan Susu
Berdasarkan penjelasannya, aktivitas pemerahan susu dan penjualan susu di daerah tersebut tetap normal. Sebelumnya, temuan wabah antraks sempat membuat para peternak sapi dan pedagang cemas. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Para peternak rajin melakukan disinfeksi dan sterilisasi untuk menjaga kebersihan kandang.
Apabila ada keluhan kesehatan ternak, mereka segera menghubungi petugas di posko darurat antraks yang didirikan di Balai Desa Sidomulyo sejak sepekan terakhir.
Prooduksi dan penjualan susu sapi hasil perahan peternak terus berjalan. Petugas dari koperasi-koperasi susu keliling untuk mengambil tangki-tangki kecil berisi susu.
Advertisement
Penjualan Ternak Dibatasi
Sementara itu, penjualan ternak sapi dibatasi. Tak satupun ternak di daerah tersebut diizinkan keluar. Terlebih dalam kondisi sakit.
"Kecuali produk susu yang tetap jalan terus," lanjut Agung, dikutip dari Antara.
Produk susu dipastikan tetap berkualitas bagus dengan berbagai upaya yang dilakukan para peternak, mulai dari disinfeksi rutin di kandang dan penyuntikan vaksin antraks ke ternak.
Balai Besar (BB) Veteriner Wates Yogyakarta telah melakukan pengambilan sampling terhadap 44 sapi sehat, hasilnya semua negative antraks.
Advertisement
Serangan Wabah Antraks
Di Desa Sidomulyo, populasi sapi mencapai 1.600-an ekor dan tersebar di 400-an kandang. Sejak April 2021, desa yang berada di Lereng Gunung Wilis itu digemparkan dengan kasus kematian sapi secara beruntun akibat wabah antraks.
Sejumlah ternak sapi mati mendadak dalam tempo cepat. Hingga pasca-Lebaran, jumlah ternak sapi yang mati beruntun mencapa 25 ekor.
Tim kesehatan hewan dari Kementerian Pertanian, Balai Besar (BB) Veteriner Wates Yogyakarta, Disnak Provisi Jatim dan Disnak Kabupaten Tulungagung mendapati bukti adanya bakteri antraks pada ternak sapi di wilayah setempat berdasar hasil uji sampel di laboratorium BB Veteriner Yogyakarta.