Bau badan adalah hal yang sangat mengganggu dan tidak diinginkan oleh semua orang. Terlebih bau badan juga bisa membuat orang menjadi tidak percaya diri. Untuk itu merawat diri dari luar dan dalam adalah hal yang penting dilakukan untuk mencegah kemunculan bau badan.
Bau badan dapat dicegah dengan menggunakan produk-produk perawatan tubuh seperti deodoran, sabun mandi, atau minyak wangi. Namun, mencegah bau badan melalui perawatan dari luar saja belum cukup. Anda juga harus memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.
Beberapa jenis makanan diketahui dapat berkontribusi pada kemunculan atau memperparah bau badan yang sudah ada. Untuk itu, Anda harus hati-hati dalam mengonsumsinya. Berikut ini adalah uraian mengenai beberapa jenis makanan penyebab bau badan yang patut di waspadai dan dikontrol asupannya, melansir dari Ohio State University Medical Center.
Advertisement
1. Sayuran Cruciferous
Makanan penyebab bau badan yang pertama adalah sayur-sayuran dalam golongan silang atau cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis, kangkung, dan sejenisnya. Brokoli, kembang kol, kubis, dan kangkung hanyalah beberapa dari beragam jenis sayuran silangan yang ada di pasaran.
Sayuran ini sangat tinggi akan kandungan serat, yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. Ketika serat bergerak ke usus besar, ia bereaksi dengan bakteri untuk menghasilkan gas yang dikeluarkan oleh tubuh. Hal ini berlaku untuk semua makanan berserat tinggi.
Perbedaannya dengan sayuran cruciferous adalah, kandungan zat yang mengandung sulfur sangat tinggi dan terurai menjadi hidrogen sulfida yang berbau seperti telur busuk. Namun, hal ini tentu bukan alasan bagi Anda untuk menghindari konsumsinya secara penuh, karena sayuran ini faktanya sangat baik untuk tubuh. Anda hanya perlu membatasi konsumsinya saja.
Advertisement
2. Asparagus
Makanan penyebab bau badan yang kedua adalah asparagus. Mengonsumsi asparagus bisa mengakibatkan urine berbau seperti kubis busuk karena senyawa belerang yang dikandungnya. Hal yang menarik adalah, tidak semua orang menghasilkan urine yang berbau namun beberapa orang ada yang memproduksi urine yang berbau.
Belum ada kepastian tentang mengapa ada orang yang menghasilkan urine berbau tak sedap dan yang lainnya tidak. Namun, teori yang berkembang salah satunya adalah adanya variabilitas genetik dalam enzim yang terlibat yang menghasilkan metabolit sulfur. Asparagus adalah bagian dari makanan sehat, jadi Anda tak perlu sampai menghentikan konsumsinya namun mengurangi porsinya saja.
Advertisement
3. Bawang Putih, Bawang Bombay, dan Rempah-Rempah
Makanan penyebab bau badan yan ketiga adalah bawang putih, bawang bombay, dan rempah-rempah. Terdapat dua cara utama untuk mengetahui bahwa Anda baru saja memakan bawang putih, bawang bombay, jinten, kari dan rempah-rempah lainnya. Pertama, dari napas dan yang kedua, dari pori-pori tubuh yang mengeluarkan keringat.
Ketika tubuh memecah bawang putih, bawang bombay dan rempah-rempah seperti kari dan jintan, senyawa seperti belerang diproduksi oleh tubuh. Senyawa ini akan sangat jelas terlihat dan dirasakan dari napas. Makanan-makanan ini juga dapat bereaksi dengan keringat pada kulit untuk menghasilkan bau badan.
Advertisement
4. Seafood
Makanan penyebab bau badan yang ke empat adalah seafood. Bau badan setelah makan makanan laut biasanya terkait dengan gangguan metabolisme. Orang dengan trimethylaminuria mengembangkan bau amis setelah mengonsumsi makanan laut karena mereka tidak dapat mengurai trimetilamina kimiawi yang secara alami ditemukan dalam makanan laut. Bau tersebut akan muncul dalam beberapa jam pasca konsumsi.
Trimethylaminuria bukanlah kelainan yang umum. Ini dapat didiagnosis dengan tes urin. Orang dengan kelainan ini mungkin perlu menghindari makanan laut dan makanan lain yang mengandung prekursor trimetilamina, seperti telur, hati, kacang-kacangan, dan susu dari sapi yang diberi makan rumput.
Advertisement
5. Alkohol
Makanan penyebab bau badan yang kelima adalah alkohol. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang yang merupakan peminum alkohol kelas berat memiliki lebih sedikit bakteri menguntungkan di mulut, dibandingkan dengan yang bukan peminum alkohol.
Bakteri ini dapat menyebabkan bau mulut dan juga dapat menyebabkan penyakit gusi, plak, dan kerusakan gigi. Selain itu, saat minum alkohol cenderung memiliki mulut yang lebih kering, yang dapat menyebabkan bau mulut.
Tubuh memetabolisme alkohol menjadi asetat, yang memiliki bau manis khas. Semakin banyak minum, semakin banyak asetat yang diproduksi oleh tubuh. Hal ini lantas berkontribusi pada bau badan yang lebih besar.
Orang-orang disekitar Anda juga bisa menghirup bau badan ini karena disekresikan menjadi keringat. Cara terbaik untuk meminimalkan bau mulut dan bau badan yang terkait dengan minum alkohol adalah dengan mengurangi jumlah asupan alkohol dan mengonsumsi banyak air.