Bupati Sampang, Jawa Timur, Slamet Junaidi menitipkan ratusan warga eks Syiah yang tinggal di Rusunawa Jemundo kepada PJ Bupati Sidoarjo, Hudiyono. Junaidi menyatakan, saat ini Pemda Sampang terus berupaya melakukan rekonsiliasi supaya semua warganya yang merupakan eks penganut Syiah bisa kembali ke kampung halaman.
Di antara mereka, cukup banyak yang sudah kembali ke Sampang, namun tidak sedikit pula yang masih tinggal di Rusunawa Jemundo Sidoarjo. Pihak Pemkab Sampang mengaku terus mengusahakan seluruh warganya bisa kembali pulang, sebagaimana dilansir Instagram @beritaseputarsidoarjo, Rabu (3/2/2021).
Advertisement
Ratusan eks penganut Syiah Sampang di Rusunawa Jemundo Sidoarjo itu sudah melakukan baiat dan kembali ke ajaran Sunni. Bupati Junaidi menyatakan, tak sedikit pula yang dikirim ke pondok pesantren seperti Tebu Ireng di Jombang dan Lirboyo di Kediri.
Pemda Sampang dan Pemprov Jatim menyusun program khusus untuk warga eks Syiah di Jemundo, yakni Sertifikat Tanah Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Tujuan program ini untuk menjaga aset para eks Syiah di kampung halamannya yang sudah ditinggalkan sejak tragedi Sampang pada 2011 silam.
Sertifikat tanah diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada 10 warga eks Syiah yang tinggal di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo.
Advertisement
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyatakan pihaknya terus berupaya agar warga eks Syiah kembali mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia yang mendapat perlindungan dari pemerintah.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengajak para undangan termasuk para eks penganut Syiah yang tinggal di rusunawa Jemundo untuk membaca selawat Nabi Muhammad SAW. Mantan Mensos itu juga sempat berbincang-bincang dengan anak-anak eks penganut Syiah.
"Bahwa kehidupan masyarakat yang beragam di Indonesia dan di Jawa timur ini kita bangun suasana penuh ketenangan, penuh kerukunan dan penuh kedamaian. Kenapa tadi saya mengawali dengan membaca Burdah (sholawat Burdah) itu menurut Kyai saya suasana yang terbangun dengan ketenangan dan kedamaian salah satu ikhtiar spiritualnya adalah dengan membaca Burdah", ujar Khofifah.