Pingsan merupakan suatu kondisi di mana mungkin semua orang pernah mengalaminya. Saat pingsan, seseorang akan mengalami kehilangan kesadaran dalam waktu sementara karena menurunnya aliran darah menuju otak. Hal ini membuat kebutuhan otak terhadap oksigen dan gula darah tidak terpenuhi, sehingga otak tidak berfungsi secara normal, dan terjadilah pingsan.
Penyebab pingsan juga sangat bervariasi, mulai dari penyebab yang ringan hingga yang berat. Biasanya, seseorang yang akan pingsan memiliki beberapa gejala seperti tampak pucat, berkeringat dingin, nadi lambat (kurang dari 60 kali per menit) dan lemah, serta tekanan darah turun.
Pingsan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang ringan seperti terlambat makan, kekurangan cairan yang akut, berdiri terlalu lama, hingga stres psikologis. Oleh sebab itu, pingsan tak boleh disepelekan dan kamu juga harus tahu cara menanganinya. Dilansir dari Liputan6.com, berikut ini kami telah rangkum 6 penyebab pingsan dan pertolongan pertama yang harus dilakukan:
Advertisement
Penyebab Pingsan
- Dehidrasi
Penyebab pingsan yang paling umum pertama adalah dehidrasi. Beberapa orang pasti akan cenderung merasa akan pingsan ketika dalam kondisi kepanasan dan berkeringat ataupun kehilangan terlalu banyak cairan. Suhu panas memang bisa memicu tekanan darah turun.
Ketika kamu merasa pusing karena dehidrasi, yang meliputi gejala seperti mulut kering dan kulit, urin berwarna gelap, hingga sakit kepala, coba berbaring sejenak untuk membantu kamu merasa lebih baik dengan cepat.
- Berdiri Terlalu Cepat
Penyebab pingsan yang kedua adalah kebiasaan berdiri yang terlalu cepat. Membiarkan tubuh langsung berdiri dari posisi tidur ataupun duduk akan membuat kamu merasa pusing dan selanjutnya mengakibatkan pingsan.
Ini biasanya bukan masalah besar, tetapi jika itu sering terjadi atau malah memburuk, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.
Advertisement
Penyebab Pingsan Secara Umum
- Irama Jantung yang Tak Normal
Penyebab pingsan juga seringkali terjadi akibat detak jantung yang tidak teratur, yang disebut aritmia (jantung berdetak terlalu lambat atau terlalu cepat, dan akhirnya mempengaruhi suplai darah yang mencapai otak).
Seseorang mungkin sedang berbicara dan tiba-tiba pingsan dan bangun di lantai tanpa mengingat apa pun sebelumnya. Pengalaman semacam itu biasanya terjadi karena irama jantung yang abnormal.
- Masalah Katup Jantung
Jantung sendiri juga dapat menjadi penyebab pingsan. Jantung bekerja dengan bergantung pada empat katup yang mendistribusikan darah ke seluruh tubuh secara merata. Namun, beberapa orang memiliki masalah katup jantung pada saat lahir, sehingga mereka perlu berhati-hati.
Masalah-masalah kongenital ini cenderung terjadi pada orang yang lebih muda, sedangkan pada usia 60 tahun ke atas memiliki risiko aritmia. Masalah katup dapat membatasi aliran darah dan dapat menyebabkan pusing.
Advertisement
Penyebab Pingsan yang Lainnya
- Efek Samping Penggunaan Obat
Penyebab pingsan yang berikutnya adalah adanya efek penggunaan obat-obatan tertentu, seperti halnya obat penghilang rasa sakit dan beberapa pil anti-depresi, dapat menyebabkan pusing. Ini terjadi karena obat ini memengaruhi otak dan memperlambat denyut jantung atau menurunkan tekanan darah.
Terkadang ada juga kemungkinan kecil kamu alergi terhadap obat yang kamu konsumsi. Ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun.
- Kadar Gula Darah yang Rendah
Ketika gula darah turun terlalu rendah, kamu mungkin akan merasa pusing, karena otak tidak mendapatkan bahan bakar, alias glukosa yang dibutuhkan sebagai energi.
Namun, jika menderita diabetes dan minum obat untuk menurunkan gula darah, sakit kepala harus dianggap serius, karena mungkin itu pertanda gula darah kamu turun sangat rendah yang dapat menyebabkan kejang dan ketidaksadaran.
Advertisement
Pertolongan Pertama yang Dilakukan pada Orang Pingsan
- Posisikan dalam Keadaan Berbaring
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk orang yang pingsan adalah membaringkannya. Terkadang, orang yang pingsan dapat merasakan pandangannya yang tiba-tiba buram, atau kestabilan dirinya berkurang.
Saat seseorang terlihat akan pingsan, kamu bisa membaringkan orang tersebut agar kesadarannya perlahan membaik. Tunggu sampai keadaannya benar-benar membaik terlebih dahulu sebelum membolehkannya bangkit.
- Tinggikan Area Kaki
Cara yang selanjutnya yaitu saat orang pingsan tersebut sudah berbaring maka kamu bisa menyangga area kaki penderita dengan bantal atau barang apapun yang aman sehingga letak kaki lebih tinggi daripada kepala.
Dengan begitu, aliran darah dapat lebih banyak mengalir menuju otak. Kamu bisa memposisikan kaki penderita pingsan kira-kira 30 cm bila tidak ada masalah pernapasan ataupun cedera.
- Longgarkan Pakaian
Cara yang selanjutnya yaitu kamu bisa melonggarkan pakaian penderita pingsan agar pertukaran udara yang buruk diminimalisir. Misalnya dengan membuka kancing kerah penderita pingsan, sehingga mereka akan lebih mudah dalam bernapas. Dengan begitu pertukaran oksigen jadi lebih lancar.
Selain itu, jangan sampai penderita pingsan dikerumuni oleh banyak orang, karena penderita pingsan membutuhkan banyak oksigen dari udara terbuka.
- Coba Untuk Bangunkan
Setelah melakukan langkah-langkah di atas dan memastikan tidak ada masalah dengan pernapasan penderita pingsan, kamu bisa mencoba untuk membangunkannya. Bila memang orang tersebut hanya menderita pingsan sederhana, maka hanya dengan menepuknya, memberi sedikit guncangan pada tubuhnya, atau memanggil-manggilnya dengan kencang sudah cukup untuk membangunkannya.
- Hubungi Petugas Kesehatan Bila Memang Perlu
Saat semua langkah di atas sudah kamu lakukan, namun penderita pingsan masih belum sadar, kamu bisa segera memanggil petugas kesehatan agar ditangani oleh yang lebih ahli, dan untuk mengecek keadaan secara lebih menyeluruh.