Menurut sebuah riset dari Static Brain, 58% wanita lebih memilih mencukur sebagai metode penghilangan rambut dan 75% pria mencukur wajah setiap hari. Ini berarti jutaan orang harus berurusan dengan masalah yang berhubungan dengan bercukur seperti iritasi dan luka bakar akibat pisau cukur setiap hari.
Bercukur merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas sehari-hari setiap orang. Bercukur merupakan metode yang tepat yang mereka lakukan untuk merapikan rambut yang dapat menunjang penampilan.
Namun, efek negatif dari bercukur sendiri juga dapat menyebabkan luka atau iritasi yang tak disengaja akibat pisau cukur yang digunakan. Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut ini kami telah rangkum untuk Anda 6 bahan alami untuk mengobati luka saat bercukur, yang dilansir dari Brightside.me:
Advertisement
Madu dan Berbagai Minyak Esensial
1. Madu
Bahan alami untuk mengobati luka saat bercukur yang pertama adalah madu. Selama berabad-abad, madu telah banyak digunakan untuk menyembuhkan luka dan gangguan kulit.
Efek anti-inflamasi dan anti-mikroba yang diakui secara ilmiah dapat memberikan keajaiban pada area yang teriritasi, dan Anda akan mendapatkan kulit yang halus dan terhidrasi dengan baik.
Oleskan madu mentah (organik) ke area yang terkena dan biarkan selama 10-15 menit. Bilas dengan air hangat.
2. Minyak Zaitun. Pohon teh, atau Minyak Vitamin E
Bahan alami untuk mengobati luka saat bercukur yang berikutnya adalah berbagai minyak esensial seperti minyak zaitun, minyak pohon teh, atau minyak vitamin E. Minyak esensial alami dikenal karena sifatnya yang menenangkan dan anti-inflamasi.
Jadi, minyak zaitun adalah obat yang bagus untuk memperbaiki fungsi pelindung kulit secara alami. Minyak pohon teh memiliki efek antibakteri pada kulit yang teriritasi. Minyak vitamin E terkenal dengan sifat antioksidannya, yang menjadikannya salah satu perawatan paling populer untuk berbagai jenis masalah kulit.
Pilih jenis minyak yang Anda suka (wangi, konsistensi, dll.) Dan oleskan pada luka bakar pisau cukur dua kali sehari menggunakan kapas. Perhatikan bahwa minyak tumbuhan alami (minyak zaitun, misalnya) dapat digunakan langsung pada kulit yang teriritasi, sedangkan minyak esensial (minyak lavender, minyak pohon teh) perlu dicampur dengan air: 4-5 tetes minyak esensial + 2 sdm air.
Advertisement
Kompres Air Dingin dan Aspirin
3. Kompres Air Dingin
Menerapkan kompres dingin adalah salah satu metode sederhana namun sangat efektif untuk mengatasi masalah iritasi. Sebuah studi dari University of Rochester membuktikan bahwa terapi dingin menurunkan suhu kulit dan mengurangi aktivitas saraf. Jadi, kompres dingin adalah pilihan nomor 1 untuk menghilangkan kemerahan dan gatal seketika.
Anda bisa membungkus beberapa es batu dan mengaplikasikannya di area yang terkena selama beberapa menit. Jika lupa mengisi ulang baki es batu, cukup gunakan handuk basah.
4. Aspirin
Bahan alami untuk atasi luka saat bercukur berikutnya adalah aspirin. Ketika dioleskan ke area yang terkena, aspirin bekerja sebagai agen anti-inflamasi yang membuat sensasi terbakar setelah bercukur tidak terlalu menyakitkan dan mengiritasi.
Larutkan 2-3 tablet aspirin dalam air untuk membuat pasta. Oleskan ke area kulit yang teriritasi dan biarkan selama sekitar 10 menit. Cuci bersih dengan air hangat. Hindari penggunaan topikal jika memiliki kulit sensitif
Advertisement
Cuka Sari Apel dan Oatmeal
5. Cuka Sari Apel
Bahan alami untuk mengobati luka saat bercukur yang kelima adalah cuka sari apel. Cuka sari apel bertindak sebagai agen antimikroba yang membunuh kuman dan bakteri serta membantu mengurangi peradangan. Kandungan asamnya juga menurunkan tingkat pH kulit, sehingga lebih halus dan tidak terlalu merah.
Encerkan cuka sari apel dan air dengan perbandingan yang sama sebelum dioleskan ke area yang terkena. Oleskan menggunakan bola kapas, biarkan mengering selama beberapa menit, dan bersihkan. Ingatlah bahwa asam asetat dapat menyebabkan iritasi, jadi jika kulit rentan terhadap alergi, pertimbangkan uji tempel sebelum mencobanya.
6. Oatmeal
Oat kaya akan avenanthramides, senyawa fenolik yang dikenal dengan sifat anti-inflamasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gandum juga menunjukkan sifat antiproliferatif dan anti gatal yang dapat membantu mengatasi iritasi kulit.
Gunakan oatmeal bubuk dan yogurt tawar untuk mendapatkan campuran seperti pasta dan oleskan ke area kulit yang teriritasi. Biarkan selama 30 menit lalu bersihkan dengan air hangat.