Menyampaikan sebuah presentasi mengenai suatu hal lazim menggunakan Power Point. Baik dalam urusan pekerjaan maupun dalam dunia perkuliahan, penggunaan Power Point sebagai alat bantu presentasi telah terbukti keefektifannya.
Untuk menyampaikan suatu informasi menggunakan Power Point, akan lebih baik jika Anda mempercantik tampilannya agar lebih menarik. Selain untuk menggaet perhatian audiens, tampilan Power Point yang menarik juga dapat meningkatkan efektivitas pemahaman audiens terhadap materi yang Anda sampaikan.
Melansir dari forbes.com, berikut 6 cara membuat Power Point yang menarik, yang bisa Anda terapkan.
Advertisement
1. Identifikasi Tema dan Ceritakan
Langkah pertama dalam cara membuat Power Point yang menarik adalah dengan mengidentifikasi tema dan menyampaikan seperti sebuah kisah cerita. Saat melakukan presentasi, cobalah untuk melakukannya dengan menceritakan sebuah cerita yang memiliki satu atau dua tujuan.
Anda dapat mencoba untuk menginformasikan penonton tentang sesuatu yang Anda ketahui, dan mencoba meyakinkan penonton untuk mengadopsi pandangan yang Anda miliki, atau kombinasi dari keduanya.
Kita perlu mengidentifikasi awal, tengah, dan akhir cerita agar mencapai tujuan dari isi presentasi. Presentasi seharusnya tidak hanya menjadi dump data. Namun, presenter lebih baik memberikan perspektif yang tidak bisa disediakan oleh data itu sendiri.
Advertisement
2. Jangan Menyajikan Terlalu Banyak Informasi
Langkah kedua dalam cara membuat Power Point yang menarik adalah dengan jangan menyajikan terlalu banyak informasi dalam slide Power Point Anda. Sejauh ini, pembicara telah mengetahui bahwa audiens hanya akan mengingat beberapa ide pokok dari presentasi yang disampaikannya.
Untuk itu, pilih tiga ide yang ingin Anda presentasikan. Masing-masing dapat dipecah menjadi tiga bagian untuk dijelaskan.
Advertisement
3. Kurangi Konten di Luar Ide Pokok
Langkah ketiga dalam cara membuat Power Point yang menarik adalah dengan jangan menambahkan konten-konten yang sekiranya tidak berhubungan dengan materi presentasi Anda. Slide Power Point adalah kanvas yang digunakan untuk melukis cerita atau materi Anda. Untuk itu, jangan tambahkan apapun yang tidak memiliki fungsi tambahan dalam menunjang cerita atau materi Anda.
Hal-hal seperti detail yang tidak relevan dalam template, grafik, gambar, dan tabel harus dihilangkan. Proses menyerap dan menggunakan informasi disebut pembebanan kognitif. Detail yang tidak relevan menghabiskan beban kognitif dan mempersulit audiens untuk mengikuti dan belajar.
Advertisement
4. Jangan Gunakan Power Point Sebagai Alat Bantu Baca
Langkah keempat dalam cara membuat Power Point yang menarik adalah dengan tidak menggunakan slide Power Point tersebut sebagai alat bantu baca bagi Anda pada saat presentasi. Usahakan jangan membacakan slide Anda kepada penonton. Jangan mengisi slide Anda dengan semua kalimat yang perlu Anda katakan.
Jangan membuat audiens mempertanyakan nilai apa yang Anda, pembicara, tambahkan pada presentasi. Slide tersebut untuk audiens, bukan pembicara. Jika ada sesuatu di slide, itu karena diperlukan untuk memahami apa yang dikatakan pembicara.
Advertisement
5. Gunakan Power Point Untuk Memperkuat dan Memperjelas Materi
Langkah kelima dalam cara membuat Power Point yang menarik adalah dengan memaksimalkan penggunaannya untuk memperkuat dan memperjelas materi yang ingin Anda sampaikan. Anda dapat melakukannya dengan menambahkan gambar atau grafik yang relevan sebagai bahan untuk memperkuat poin-poin yang Anda utarakan.
Tujuan memproyeksikan gambar pada slide adalah untuk memberikan representasi visual dari topik yang dibicarakan. Visualnya adalah untuk menambah, bukan mengulang, kata-kata pembicara. Slide harus menyampaikan secara grafis apa kata-kata tidak bisa Anda sampaikan secara langsung. Jika kata-katanya begitu lugas sehingga tidak memerlukan klarifikasi atau penguatan, jangan gunakan slide.
Advertisement
6. Jangan Berikan Salinan Slide Presentasi
Langkah keenam dalam cara membuat Power Point yang menarik adalah jangan pernah membagikan salinan dokumen yang berisi slide presentasi Anda kepada para audiens. Slide Power Point digunakan untuk mendukung presenter dalam menyampaikan materinya.
Ketika Anda terbiasa membagikan salinan presentasi, Anda akan membiasakan diri merancang presentasi yang Anda lakukan menjadi sebuah handout. Jika handout sudah efektif dalam menjelaskan materi, maka ia akan menjadi kurang efektif dalam mendukung pembicara karena hanya akan mengulang materi.