Diduga Terlibat Peredaran Ponsel Ilegal, Begini Klarifikasi Putra Siregar PS Store

Hari ini (30/7), Putra Siregar pemilik PS Store menerima tawaran Deddy Corbuzier untuk tampil di channel Youtubenya. Dalam video podcast milik Deddy Corbuzier ini Putra Siregar menjelaskan kondisi kasusnya saat ini. Ia tak memungkiri bahwa kasusnya ini membuat namanya begitu santer di telinga masyarakat Indonesia.

Vinna Wardhani
Oleh Vinna Wardhani - Reporter
Diduga Terlibat Peredaran Ponsel Ilegal, Begini Klarifikasi Putra Siregar PS Store
Kasus PS Store. ©2020 Merdeka.com

Toko PS Store beberapa hari belakangan ini menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Dikenal menjual smartphone dengan harga miring, PS Store diduga menjual barang ilegal. Sang pemilik bernama Putra Siregar diketahui sempat berstatus sebagai tahanan kota.

Hari ini (30/7), Putra Siregar pemilik PS Store menerima tawaran Deddy Corbuzier untuk tampil di channel Youtubenya. Dalam video podcast milik Deddy Corbuzier ini Putra Siregar menjelaskan kondisi kasusnya saat ini.

Putra Siregartak memungkiri bahwa kasusnya ini membuat namanya begitu santer di telinga masyarakat Indonesia. Ia bahkan mengaku sempat diserang buzzer sesaat sebelum dirinya memenuhi tawaran Deddy Corbuzier.

Sempat Tersandung Kasus Tahun 2017

Seperti kebiasaan Deddy Corbuzier di podcast-podcast sebelumnya, pertanyaan menjurus langsung dilemparkan Deddy di awal videonya. Deddy sempat bertanya apakah Putra sempat ditangkap dengan kasus serupa sebelumnya.

"Pernah. Pernah, Om. Pernah ditangkep 2017," jawab Putra kepada Deddy.

Mendengar Putra sempat ditangkap lantaran kasus bea, Deddy kemudian menanyakan seperti apa kasus yang menimpanya saat itu. Putra kemudian menjelaskan bahwa dirinya sempat tersandung kasus pabean yang belum selesai.

"Itu karena pabean ya. Diduga. Indikasi bahwa barang yang saya beli belum selesai pabeannya," imbuhnya.

Sudah Titip Uang

Meskipun sempat tersandung kasus bea, Putra mengaku bahwa dirinya berlaku kooperatif dengan petugas. Lebih jauh ia bahkan mengatakan bahwa telah menitipkan uang sebagai jaminan apabila hal serupa terjadi lagi padanya.

"Bahkan sekarang saya saking kooperatifnya saya nitip uang tuh sampai 500 juta," jelas Putra.

Putra juga menuturkan bahwa setelah kasusnya di tahun 2017 tersebut dirinya bahkan tak memegang rekening. 

"Saya dari 2017 setelah kejadian itu saya ngga punya rekening. Karena saya udah berpikir saya ingin ilmu saya ini bisa bermanfaat untuk orang banyak," tambahnya.

Jual Barang Asli

Setelah kasusnya di tahun 2017, Putra Siregar mengatakan bahwa ia menjual seluruh barang dengan brand resmi. Ia bahkan menceritakan bahwa dirinya telah mundur dari perusahaan setelah kasus tersebut.

"Jadi 2017 saya ekspansi, saya langsung jual seluruh brand resmi. Lalu saya cetak orang-orang, saya mundur dari perusahaan," terang Putra.

Ada hal yang membuat Putra bingung, pasalnya ia telah menitipkan uang sebesar 500 juta sebagai langkah antisipasi jika kasus serupa terjadi. Namun kali ini kasusnya kembali diangkat ke permukaan dan wajahnya terpampang di berbagai media.

"Saya salah 2017 seperti itu. Tapi saya sudah nitip uang kalau memang salah dan sebagainya. Tapi kenapa tiba-tiba wajah saya diupload nih," pungkasnya.

Rekomendasi