Hidup Serba Terbatas, Pasangan Suami Istri Berhasil Sekolahkan Anak hingga Sarjana

Kesenangan anak adalah hal utama yang diperjuangkan oleh orang tua. Menjadi seorang ayah, berati harus siap menjadi kepala keluarga yang mengesampingkan diri sendiri. Hal tersebut juga dijalani oleh Radzuan bin Ismail dan istrinya yang tinggal di Malan, Dangi, Malaysia.

Vinna Wardhani
Oleh Vinna Wardhani - Reporter
Hidup Serba Terbatas, Pasangan Suami Istri Berhasil Sekolahkan Anak hingga Sarjana
Keluarga Tinggal Di Tenda. ©2020 Merdeka.com

Kebahagian anak adalah hal utama yang diperjuangkan oleh orang tua. Menjadi seorang ayah, berarti harus siap menjadi kepala keluarga yang mengesampingkan diri sendiri. Hal tersebut juga dijalani oleh Radzuan bin Ismail dan istrinya yang tinggal di Malan, Dangi, Malaysia.

Salah satu hal yang diperjuangkan betul-betul oleh orang tua adalah pendidikan anaknya. Meskipun hidup dalam keadaan serba terbatas, Radzuan dan istrinya tetap mementingkan pendidikan untuk anaknya. Bahkan ditengah kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, mereka bisa menyekolahkan anak hingga mendapat gelar sarjana.

Melansir dari liputan6, kisah keluarga ini menuai banyak perhatian. Kisahnya viral di media sosial Facebook dengan nama akun Bro Misai, Jumat (1/5/2020).

Cerita ini berawal dari adik Radzuan yang bernama Maznah Binti Ismail baru bisa pulang ke rumah sebelum kebijakan lockdown diberlakukan. Maznah sempat dikarantina di kampusnya dan akhirnya mendapat tumpangan untuk pulang ke rumah. Pengemudi inilah yang menceritakan kisah hidup keluarga Radzuan.

Satu Tenda Ditinggali Bersama 6 Anak

Dilansir Liputan6.com dari Ohmymedia, Selasa (5/5/2020) ternyata kakak dari Maznah, Radzuan bin Ismail ini juga tinggal di tenda bersama istri dan enam orang anaknya. Diketahui Radzuan bekerja di Kilang Sawit di Batu 10.

Tenda sederhana itu didirikan di atas bekas rumah orangtua Maznah dan Radzuan yang telah habis dilalap lahap api pada 25 Oktober 2015. Penghasilannya sebulan hanya 1.200 ringgit Malaysia atau setara 4 juta rupiah.

Pendapatan tersebut tentu tidak cukup untuk membangun rumah kembali. Pendapatan itu hanya digunakannya untuk menghidupi keluarga sehari-hari.

Bisa Sekolahkan Anak

Mengingat terbatasnya pendapatan, Radzuan mempergunakan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anaknya. Baginya, pendidikan adalah hal terpenting yang tidak boleh dilewatkan. 

Anak sulung Radzuan yang berusia 22 tahun kini tengah menempuh pendidikan di UIAM, Gombak. Anak keduanya sudah lulus dari perguruan tinggi dan menjadi sarjana muda di Universitas Teknikal Malaysia.

Sedangkan anak ketiganya lulus dari Politeknik Sultan Idris, Sabak Bernam, Selangor. Lainnya sedang menyelesaikan sekolah di jenjang dasar.

Tuai Komentar Warganet

Viralnya kisah hidup Radzuan, membuat keluarga ini banjir doa dari pengguna Facebook. Bahkan tak jarang banyak orang memberikan bantuan kepada keluarganya.

"Oh tuhan mengapa begini, kalau ada yang kaya, kaya raya kalau miskin begini. Kerajaan harus berbuat sesuatu secepatnya untuk membantu keluarga ini. Air mataku pun telah keluar memandang keadaan mereka, tuhan merahmati keluarga demikian," tulis seorang pengguna Facebook pada kolom komentar.

Rekomendasi