Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Potret Pengantin Bekasri Lamongan, Riasannya yang Unik Curi Perhatian

Potret Pengantin Bekasri Lamongan, Riasannya yang Unik Curi Perhatian Potret Pengantin Bekasri Lamongan. ©2023 Merdeka.com/Twitter @RenataDiyanra

Merdeka.com - Masing-masing daerah biasanya memiliki tradisi yang berbeda, termasuk dalam hal pernikahan. Tradisi pernikahan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dikenal dengan sebutan Pengantin Bekasri.

Kata Bekasri berasal dari dua suku kata, yakni “bek” yang artinya penuh dan “asri” yang berarti indah menarik. Dengan demikian, bekasri diartikan sebagai penuh dengan keindahan yang menarik hati.

Tradisi pernikahan ini hanya ada di Lamongan, dan tidak ditemui di daerah-daerah lain. Pelaksanaan Pengantin Bekasri juga terbilang unik.

Tahapan Pernikahan

Ada empat tahapan dalam pelaksanaan tradisi pernikahan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pertama, tahap mencari mantu (menantu). Kedua, persiapan menjelang peresmian pernikahan. Ketiga, pelaksanaan peresmian pernikahan. Keempat, tahap setelah peresmian pernikahan. 

Adapun tahap mencari menantu terdiri dari beberapa kegiatan. Mulai dari ndelok/nontok atau madik/golek lancu (perkenalan awal), nyontok/ganjur atau nembung gunem (menyampaikan maksud hendak meminang), linten atau negesi (menegaskan keseriusan kedua belah pihak), ningseti atau lamaran, mbales membalas lamaran) atau totogan, mboyongi, ngethek dina (menyepakati hari pernikahan).

Selanjutnya, tahap persiapan menjelang peresmian pernikahan meliputi kegiatan repotan, gedheg dan atau mendirikan tarup/terop, dan ngaturi atau selamatan.

Tahap pelaksanaan peresmian pernikahan terdiri dari kegiatan akad nikah atau ijab kabul, memberikan tata rias dan busana pengantin, upacara panggih/temu pengantin, dan resepsi. Usai pelaksanaan peresmian pernikahan, masih ada satu tahapan terakhir yakni sepasaran. 

Semua kegiatan dalam setiap tahapan dapat dilaksanakan secara penuh, tetapi bisa juga dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi lokal setempat dan kondisi keluarga kedua belah pihak.

Pengantin Bekasri

potret pengantin bekasri lamongan

©2023 Merdeka.com/Twitter @RenataDiyanra

Saat pelaksanaan peresmian pernikahan, pengantin menjadi pusat perhatian semua tamu yang hadir. Pada hari spesial tersebut, pengantin dirias dengan busana pengantin Bekasri. Pakaian ini memiliki keunikan tersendiri yang pada dasarnya meniru pakaian raja dan permaisuri alias bangsawan. 

Mahkota ini memiliki makna tersendiri, cunduk mentul atau kembang goyang yang bergoyang saat berjalan ini memiliki makna kebahagiaan diantara kedua mempelai. 

Daerah Lamongan pada zaman kerajaan Majapahit merupakan wilayah yang dekat dengan ibu kota Majapahit. Maka, busana pengantin yang ditiru adalah busana raja dan permaisuri Majapahit, seperti dikutip dari laman resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur. 

Selain itu, corak batik Lamongan juga memengaruhi corak busana pengantin Bekasri. Tak heran jika ada beberapa corak busana pengantin Bekasri, mulai warna hitam, biru, hingga merah. 

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP