Potret Banyuwangi Makin Ramah Lingkungan, Jual Sembako Pakai Kemasan Daur Ulang hingga Punya TPS Terbaik di Indonesia

Baru-baru ini Banyuwangi mendapatkan penghargaan adipura

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Potret Banyuwangi Makin Ramah Lingkungan, Jual Sembako Pakai Kemasan Daur Ulang hingga Punya TPS Terbaik di Indonesia
Banyuwangi ramah lingkungan (© 2024 merdeka.com/Pemkab Banyuwangi)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meraih penghargaan Piala Adipura dan Plakat Adipura kategori Tempat Pengolahan Sampah 3R Terbaik Nasional. Daerah ini berupaya terus menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan. 

Plakat Adipura merupakan salah satu kriteria penghargaan pada Anugerah Adipura. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota, yang memiliki  rata-rata nilai tertinggi nasional salah satunya untuk kategori TPS 3R terbaik.

Berdasarkan 20 kriteria penilaian, TPS 3R Tembokrejo mendapatkan nilai tertinggi se-Indonesia. Di antara nilai plus dari TPS 3R Muncar ialah telah melakukan pengelolaan sampah dengan mekanisme sistematis, serta adanya keterlibatan aktif 7.500 warga desa yang mendukung program persampahan melalui iuran warga.

Sejarah
Dok. Istimewa

Pada 2016 silam, warga Desa Tembokrejo gotong-royong membuat membuat TPS. Pada 2018, pemerintah Norwegia bersama korporasi Borealis dari Austria melibatkan NGO Systemiq melakukan pendampingan terhadap masyarakat setempat.

Berkat pendampingan tersebut,  masyarakat mendapatkan edukasi bagaimana mengelola sampah secara profesional, dengan mengadaptasi sistem sirkular. Pelaksanaannya, sampah rumah tangga dipilah, lalu dikelola di TPS3R. 

Saat ini, pengelolaan sampah di TPS3R Muncar sudah berjalan mandiri dan berkelanjutan, di bawah tanggung jawab pemerintahan desa. Setiap bulannya, TPS3R Muncar bisa mengekspor plastik daur ulang ke Austria sebanyak 8 ton dan Malaysia sebanyak 6 ton.

TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle)Tembokrejo di Kecamatan Muncar mampu mengelola sampah sebanyak 12-25 ton per hari dengan hanya menyisakan residu sekitar 2 ton per hari. Mengutip situs resmi Pemkab Banyuwangi, saat ini sudah ada 19 TPS3R. Adapun pengelolaan sampah Banyuwangi tidak hanya dilakukan dengan menyediakan juru bersih (pesapon). Melainkan dirancang sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dengan melibatkan masyarakat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada 2023 lalu, Kabupaten Banyuwangi berhasil melakukan pengurangan sampah sebesar 92,260.89 ton per tahun atau sekitar 30.22 persen.

Selain pengolahan sampah, Pemkab Banyuwangi juga berupaya mengurangi sampah plastik dengan beragam cara. Salah satunya ialah menjual sembako dengan kemasan daur ulang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saat ini sudah ada 6 toko kelontong di Kecamatan Banyuwangi dan Rogojampi yang melakukan uji coba jual sembako dengan kemasan daur ulang.

Program ini adalah upaya mengurangi dan penanganan plastik sekali pakai. Pemkab Banyuwangi dan rekanan memasok sembako yang sudah dikemas dalam wadah daur ulang. 
Misalnya, beras dibungkus wadah plastik, kecap dikemas dalam botol khusus, bumbu siap saji pakai kemasan daur ulang. 

“Proyek ini diharapkan menciptakan solusi baru pengurangan plastik sekali pakai melalui perubahan pada hulu hingga hilir. Mulai produsen, pengecer, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Professor Jobling, peneliti program Plastics in Indonesian Society (Pisces), Senin (11/3/2024).

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/freepik

Setelah produk habis, para pembeli bisa menukarkan kembali kemasan sembako yang telah dipakai untuk membeli produk yang sama di toko tersebut.

Rekomendasi