Penyebab Penyakit Trypophobia Serta Cara Menanganinya, Jangan Anggap Sepele
Merdeka.com - Terdapat beberapa teori yang telah menjadi penyebab penyakit trypophobia. Para peneliti hingga saat ini masih terus melakukan penelitian untuk mencari tahu penyebab trypophobia ini. Beberapa ahli telah percaya bahwa ciri khas DNA manusia pada dasarnya memang tak menyukai struktur ataupun pola yang berulang menjadi salah satu alasan di balik terjadinya fobia jenis ini.
Sedangkan pada pendapat lain mengatakan bahwa penyebab penyakit trypophobia adalah akibat naluri atau insting manusia secara alamiah akan melindungi diri dari berbagai hal yang dirasa berbahaya. Selain itu, faktor lain seperti kecurigaan dan pengalaman masa lalu juga menjadi penyebab trypophobia ini.
Tak banyak yang mengetahui mengenai faktor penyebab penyakit trypophobia ini. Sebuah studi pada tahun 2017 pernah menemukan adanya kemungkinan hubungan antara trypophobia dengan depresi serta gangguan kecemasan. Menurut para peneliti, penderita trypophobia lebih mungkin mengalami depresi atau gangguan kecemasan.
Oleh sebab itu, kita saat ini tak boleh remeh dengan penyakit ini. Agar dapat mengetahui secara rinci, berikut ini kami telah rangkum penyebab penyakit trypophobia serta cara menanganinya, yang dilansir dari Liputan6.
Penyebab Penyakit Trypophobia

theswaddle.com
Sebuah studi yang dilakukan di Psychological Science dikemukakan bahwa trypophobia berhubungan dengan ketakutan bawah sadar akan organisme berbahaya yang memiliki pola bintik-bintik pada tubuhnya seperti beberapa ular dan kalajengking. Sebuah penelitian menemukan beberapa responden yang merasa jijik atau takut saat melihat gambar bentuk-bentuk ini.
Studi itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang dengan trypophobia akan bereaksi terhadap gambar-gambar yang berhubungan dengan penyakit tersebut. Merasa akan jijik ketimbang takut. Ada juga yang merasakan sensasi pada kulit, seperti gatal atau ada sesuatu yang merayap pada kulit.
Salah satu dampak dari penyakit trypophobia ini akan membuat penderitanya kerap akan merasakan takut atau jijik saat melihat objek yang memiliki kumpulan lubang kecil. Objek-objek yang sering memicu trypophobia ini umumnya ditemukan pada bunga lotus, spons, gelembung sabun, karang, stroberi, buah delima, dan sarang lebah.
Tak hanya takut dan jijik, penderita trypophobia kerap mengeluh ketakutan saat melihat objek berlubang seperti itu. Parahnya lagi, penderita juga akan merasa tertekan, gatal atau seolah ada seseuatu yang menyerap pada kulit, berkeringat, panik, hingga mual. Oleh sebab itu, ada baiknya kita jangan anggap remeh penyakit trypophobia ini.
Apakah Trypophobia Berbahaya
Trypophobia sama saja dengan fobia pada umumnya. Di mana penyakit trypophobia ini hanyalah sebuah perasaan takut yang berlebihan terhadap objek atau gambar yang memiliki banyak lubang. Hal inilah yang menyebabkan penyakit trypophobia tidak berbahaya, namun gangguan kejiwaan tentunya akan sangat berpengaruh bagi yang mengalaminya.
Hingga saat ini masih belum ada zat yang spesifik bisa mengobati penyakit trypophobia ini. Jadi hanya diri sendiri lah yang bisa melawan fobia tersebut agar sembuh.
Penanganan Penyakit Trypophobia
Saat ini, trypophobia masih menjadi perdebatan para ahli, apakah layak diklasifikasikan sebagai satu jenis fobia. Meskipun demikian, penderita gangguan ini jelas perlu pertolongan dan penanganan sesegera mungkin.
Pada sebuah penelitian dikatakan bahwa belum ada penangan spesifik pada penderita trypophobia. Namun gangguan ini bisa ditolong dengan penanganan yang sudah ada bagi fobia yang umum.
Meskipun demikian, treatment tersebut juga cukup berhasil menangani masalah fobia. Beberapa metode yang bisa dilakukan biasanya mencakup self-help treatment, terapi dan pengobatan.
Salah satu terapi yang paling potensial untuk membantu penderita trypophobia ini adalah Cognitive Behavioral Theraphy atau CBT. Melalui terapi ini, penderita akan diajak untuk membicarakan ketakutannya dengan seorang terapis atau konselor. Penderita akan diminta untuk menentukan target dan mencapai tujuan tersebut.
Selain itu, perubahan pola gaya hidup bagi penderita trypophobia juga bisa diterapkan. Pada terapi ini, terapis akan memberikan bimbingan tentang olahraga yang tepat, pola makan sehat, pola tidur cukup, dan menjauhi minuman berkafein.
(mdk/raf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya