Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Penyakit Amandel dan Gejalanya yang Wajib Diketahui, Tangani dengan Tepat

Penyebab Penyakit Amandel dan Gejalanya yang Wajib Diketahui, Tangani dengan Tepat Ilustrasi amandel. Shutterstock/Poprotskiy Alexey

Merdeka.com - Penyakit amandel adalah kondisi di mana amandel mengalami infeksi. Amandel bertindak sebagai filter, menjebak kuman yang masuk ke saluran udara dan menyebabkan infeksi. Amendel sendiri adalah dua massa jaringan di bagian belakang tenggorokan juga membuat antibodi untuk melawan infeksi.

Namun terkadang, amandel juga bisa kewalahan oleh bakteri atau virus. Kondisi ini bisa membuat amandel bengkak dan meradang. Kebanyakan kasus tonsilitis atau pembengkakan amandel disebabkan oleh infeksi virus yang umum, tetapi infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab penyakit amandel ini.

Penyakita mandel yang disebabkan oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara penyakit amandel yang disebabkan oleh bakteri memerlukan perawatan dengan antibiotik. Berikut ulasan selengkapnya mengenai penyebab penyakit amandel beserta gejala dan cara mengatasinya dengan tepat yang patut diketahui, dilansir dari mayoclinic.org dan webmd.com.

Penyebab Penyakit Amandel

Penyebab penyakit amandel yang paling utama adalah virus, tetapi infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebab penyakit amandel. Bakteri penyebab penyakit amandel yang paling umum adalah Streptococcus pyogenes (grup A streptococcus), atau bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan. Strain strep lain dan bakteri lain juga dapat menyebabkan penyakit amandel ini.

Lalu, mengapa amandel bisa terinfeksi? Amandel adalah garis pertahanan pertama sistem kekebalan melawan bakteri dan virus yang masuk ke mulut. Fungsi ini dapat membuat amandel sangat rentan terhadap infeksi dan peradangan.

Biasanya, fungsi sistem kekebalan amandel menurun setelah pubertas. Hal inilah yang membuat lebih banyak anak-anak dan remaja yang terserang penyakit amandel dibandingkan dengan orang dewasa.

Gejala Penyakit Amandel

ilustrasi amandel

Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Penyakit amandel paling sering menyerang anak-anak antara usia prasekolah dan pertengahan remaja. Mengutip mayoclinic.org, tanda dan gejala umum dari penyakit amandel adalah:

  • Amandel merah dan bengkak
  • Lapisan atau bercak putih atau kuning pada amandel
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit atau sakit saat menelan
  • Demam
  • Kelenjar lunak yang membesar (kelenjar getah bening) di leher
  • Suara serak, teredam
  • Bau mulut
  • Sakit perut, terutama pada anak kecil
  • Leher kaku
  • Sakit kepala
  • Pada anak kecil yang tidak dapat menggambarkan bagaimana perasaan mereka ketika terkena infeksi amandel, tanda-tanda atau gejala umum yang akan mereka alami dan tunjukkan adalah:

  • Mengiler karena sulit atau nyeri menelan
  • Menolak untuk makan
  • Sifat rewel yang tidak biasa
  • Faktor Risiko dan Komplikasi Penyakit Amandel

    Faktor risiko dari penyakit amandel meliputi:

  • Usia muda. Penyakit amandel paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi jarang pada mereka yang berusia di bawah 2 tahun. Penyakit amandel yang disebabkan oleh bakteri paling sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun, sedangkan penyakit amandel akibat virus lebih sering terjadi pada anak-anak yang lebih muda.
  • Sering terpapar kuman. Anak usia sekolah berhubungan dekat dengan teman sebayanya dan sering terpapar virus atau bakteri yang dapat menyebabkan penyakit amandel.
  • Peradangan atau pembengkakan amandel yang sering atau berkelanjutan (kronis) dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Sulit bernafas
  • Gangguan pernapasan saat tidur (apnea tidur obstruktif)
  • Infeksi yang menyebar jauh ke dalam jaringan sekitarnya (selulitis tonsil)
  • Infeksi yang menghasilkan kumpulan nanah di belakang tonsil (abses peritonsillar)
  • Infeksi Strep

    Jika penyebab penyakit amandel adalah streptokokus grup A atau strain bakteri streptokokus lainnya tidak diobati, atau jika pengobatan antibiotik tidak lengkap, penderita akan memiliki peningkatan risiko gangguan langka seperti:

  • Demam rematik, gangguan inflamasi yang memengaruhi jantung, persendian, dan jaringan lain.
  • Glomerulonefritis poststreptokokus, gangguan inflamasi pada ginjal yang mengakibatkan pembuangan limbah dan cairan berlebih dari darah yang tidak memadai.
  • Cara Mengatasi Penyakit Amandel

    Kuman penyebab penyakit amandel seperti virus dan bakteri adalah jenis yang menular. Oleh karena itu, pencegahan terbaik adalah dengan mempraktikkan kebersihan yang baik. Ajari anak Anda untuk melakukan hal-hal seperti:

    1. Cuci tangan secara menyeluruh dan sering, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
    2. Hindari berbagi makanan, gelas minum, botol air atau peralatan makan.
    3. Ganti sikat gigi setelah didiagnosis menderita penyakit amandel.

    Agar infeksi ini tidak memperparah pembengkakan amandel, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut cara untuk membantu mencegah penyebaran infeksi bakteri atau virus ke orang lain:

    1. Jaga penderita tetap di rumah saat dia sakit.
    2. Tanyakan kepada dokter kapan anak yang sedang terkena penyakit amandel boleh kembali ke sekolah.
    3. Ajari anak untuk batuk atau bersin ke tisu atau, bila perlu, ke sikunya.
    4. Ajari anak untuk mencuci tangannya setelah bersin atau batuk.

    (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP