Penyebab Iritasi Kulit yang Paling Umum, Ketahui Gejalanya
Merdeka.com - Gigitan nyamuk, cacar air, dan alergi makanan adalah beberapa penyebab iritasi kulit yang dapat menghampiri siapa saja dan kapan saja. Kulit yang teriritasi seringkali terasa gatal dan kemerahan hingga mengelupas. Kondisi ini harus segera ditangani agar tak semakin parah.
Oleh karena itu, penyebab iritasi kulit harus diketahui. Kulit yang teriritasi tentu dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas harian. Untuk itu penting bagi Anda mengetahui penyebab iritasi kulit dan cara mengatasinya dengan tepat. Beberapa hal umum dan tak berbahaya bisa menjadi penyebabnya, namun ada juga penyebab yang lebih serius.
Anda bisa mulai mengatasi iritasi pada kulit dengan cara yang sederhana seperti mengenakan pakaian dengan bahan kain yang lembut, rutin membersihkan kulit, mengontrol asupan makanan, dan sebagainya.
Berikut penjelasan selengkapnya mengenai apa saja penyebab iritasi kulit yang paling mungkin dan bagaimana cara mengatasinya, dilansir dari aad.org dan mayoclinic.org.
Penyebab Iritasi Kulit
Secara umum, penyebab iritasi kulit di antaranya adalah beberapa hal berikut ini:
Penyebab iritasi kulit dilihat dari kondisi kulit. Contohnya termasuk kulit kering (xerosis), eksim (dermatitis), psoriasis, kudis, parasit, luka bakar, bekas luka, gigitan serangga dan gatal-gatal.
Gatal di seluruh tubuh mungkin merupakan gejala dari penyakit yang mendasarinya, seperti penyakit hati, penyakit ginjal, anemia, diabetes, masalah tiroid, multiple myeloma atau limfoma. Penyebab iritasi kulit bisa dikarenakan adanya efek dari penyakit dalam yang diderita.
Penyebab iritasi kulit bisa akibat gangguan saraf. Contohnya termasuk multiple sclerosis, saraf terjepit dan herpes zoster (herpes zoster).
Penyebab iritasi kulit juga bisa dipengaruhi kondisi kejiwaan. Contohnya termasuk kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif dan depresi.
Penyebab iritasi kulit bisa karena reaksi alergi. Beberapa orang tidak alergi dengan bahan atau zat tertentu. Wol, bahan kimia, sabun, dan zat lain dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan ruam dan gatal.
Terkadang zat seperti poison ivy atau kosmetik juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Juga, reaksi terhadap obat-obatan tertentu, seperti obat nyeri narkotik (opioid) dapat menyebabkan kulit gatal yang bujung pada iritasi jika tidak diobati.
Gejala Iritasi Kulit
Setelah mengetahui penyebab iritasi kulit, kenali juga gejala iritasi kulit. Iritasi kulit dapat mempengaruhi area kecil di tubuh seperti kulit kepala, lengan atau kaki, hingga seluruh tubuh.
Pada awalnya, rasa gatal dapat terjadi tanpa perubahan nyata lainnya pada kulit. Namun seiring berjalannya waktu, rasa gatal yang menjadi iritasi dapat menunjukkan gejala seperti:
Terkadang rasa gatal akibat iritasi kulit dapat berlangsung lama dan bisa menjadi intens. Saat Anda menggosok atau menggaruk area tersebut, kulit akan terasa lebih gatal. Dan semakin gatal, semakin Anda ingin menggaruknya. Memutus siklus gatal-garuk ini bisa jadi hal yang sulit.
Segera temui dokter atau spesialis penyakit kulit (dokter kulit) jika gatal yang Anda derita;
Jika kondisi ini berlanjut selama tiga bulan meskipun telah diobati, temui dokter kulit untuk dievaluasi penyakit kulitnya. Mungkin juga perlu menemui dokter spesialis penyakit dalam (internis) untuk dievaluasi terhadap penyakit lain.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya