Pada masa silam, pertumbuhan penduduk yang tinggi di Pulau Jawa berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Perkembangan industri di perkebunan dan perkotaan berpengaruh pada pola permukiman masyarakat.
Advertisement
Berkembangnya industri perkebunan di Blitar menjadi salah satu faktor banyak imigran datang menuju daerah ini.
Pada tahun 1920, jumlah penduduk di Blitar mencapai 452.304 jiwa (orang pribumi) dan 1.368 warga Eropa. Jumlah ini naik dari tahun-tahun sebelumnya.
Kenaikan jumlah penduduk akibat migrasi juga terjadi di Kotamadya Blitar. Pada tahun 1920 jumlah penduduknya 19.700 (termasuk warga Eropa dan Cina). Kemudian pada tahun 1930 jumlahnya naik menjadi 27.846 jiwa.
Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan pencari kerja semakin tinggi. Sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan bertambahnya kesempatan kerja. Kondisi ini mengakibatkan upah buruh jatuh.
Selain itu, tidak meratanya jumlah lahan pertanian menyebabkan ketimpangan ekonomi-kultural. Lahan pertanian tidak bertambah luas, sementara jumlah masyarakat semakin banyak.
Advertisement
Ketimpangan jumlah pencari kerja dan kesempatan kerja ditindaklanjuti pemerintah kolonial Belanda dengan menerapkan kebijakan transmigrasi. Antara tahun 1932 hingga 1940, ribuan masyarakat Blitar dikirim ke Sumatra dengan imbalan tanah pertanian yang luas.
Mengutip Instagram @blitar.heritage, lebih dari 2.000 warga dari perdesaan miskin di Blitar diboyong pemerintah kolonial menuju Sumatra.
Advertisement
Transmigrasi di Indonesia pertama kali dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1905.
Pemindahan penduduk dari Pulau Jawa menuju Sumatra dilatarbelakangi oleh sejumlah hal.
(1) Melaksanakan salah satu program politik etis, yaitu emigrasi untuk mengurangi jumlah penduduk pulau Jawa dan memperbaiki taraf
kehidupan yang masih rendah.
(2) Pemilikan tanah yang makin sempit di Jawa akibat pertambahan penduduk yang cepat dan menyebabkan
taraf hidup masyarakat semakin menurun.
(3) Pemerintah kolonial Belanda dan perusahaan swasta membutuhkan tenaga kerja untuk dipekerjakan di daerah-daerah perkebunan dan pertambangan di luar
Pulau Jawa.
Advertisement
Mengutip artikel SATU ABAD TRANSMIGRASI DI INDONESIA: Perjalanan Sejarah Pelaksanaan, 1905-2005 karya Nugraha Setiawan,
transmigrasi pertama di Indonesia dilakukan pada tahun 1905 dengan memindahkan 155 keluarga dari keresidenan
Kedu Jawa Tengah menuju Gedongtataan di Lampung.