Mengharukan, Ini Aksi Petugas Selamatkan Hewan Ternak Tertimbun Abu Vulkanik Semeru
Merdeka.com - Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) sore tidak hanya menelan korban jiwa manusia, tetapi juga hewan. Banyak hewan ternak ditemukan mati terkena awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.
Selain itu, petugas menemukan beberapa hewan ternak masih hidup dengan kondisi sebagian tubuhnya tertimbun abu vulkanik. Petugas pun mengevakuasi hewan-hewan yang masih hidup tersebut.
Akun Instagram @indoflashlight, Rabu (8/12), mengunggah sebuah video yang menunjukkan aksi petugas gabungan menyelamatkan beberapa ekor itik yang kakinya tertimbun material abu vulkanik. Berikut selengkapnya.
Proses Evakuasi
View this post on InstagramDalam video itu tampak dua orang sedang berbagi tugas, salah satu memegang tubuh itik. Sementara lainnya mencungkil timbunan material vulkanik yang menimbun kaki itik tersebut.
Itik yang sebelumnya tak bisa leluasa bergerak itu pun berhasil berjalan seperti sedia kala. Selain itik, ada pula kerbau dengan kondisi tubuh setengah tertimbun material abu vulkanik.
Sebelum petugas menyelamatkan kerbau, hewan ternak itu terlebih dahulu diberi makanan rerumputan. Kerbau itu pun makan dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Meski tampak lesu, ia tetap sanggup mengunyah makanan di hadapannya.
Selanjutnya, petugas mengevakuasi kerbau dengan mencungkil timbunan material abu vulkanik.
Korban Manusia
Sementara itu, korban manusia yang meninggal dunia semakin bertambah. Hingga Selasa (7/12) siang, jumlah korban meninggal menjadi 34 orang.
"Hingga saat ini jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang dan 16 orang masih dalam pencarian," terang Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna di Posko Lapangan Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (7/12/2021).
Ada empat tim evakuasi yang melakukan operasi pencarian terhadap korban terdampak awan panas guguran di Curah Kobokan, Kampung Renteng, dan lokasi penambangan pasir.
"Tim evakuasi paling banyak menemukan jenazah korban di dua lokasi yakni Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, dan Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh," lanjutnya.
Tertimbun Material Abu Vulkanik dan APG
Banyak jenazah korban yang ditemukan dalam kondisi tertimbun material abu vulkanik dan awan panas guguran. Namun, ada pula yang ditemukan di dalam reruntuhan rumah.
"Sejauh ini cuaca cukup cerah dalam melakukan evakuasi korban awan panas guguran Semeru karena kendala tim operasi selama ini yakni faktor cuaca seperti angin kencang dan hujan deras, serta aktivitas Semeru seperti awan panas guguran dan abu vulkanik," imbuh dia.
Aktivitas Gunung Semeru yang masih berpotensi meluncurkan awan panas guguran juga menjadi pertimbangan tim operasi dalam melakukan evakuasi korban.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya