Mengenal Tradisi Gunungan Ketupat di Nganjuk, Warga Kompak Sedekah dan Saling Memaafkan saat Lebaran

Semua warga tampak semringah mengarak gunungan ketupat keliling kampung

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Mengenal Tradisi Gunungan Ketupat di Nganjuk, Warga Kompak Sedekah dan Saling Memaafkan saat Lebaran
Mengenal Tradisi Gunungan Ketupat di Nganjuk, Warga Kompak Sedekah dan Saling Memaafkan saat Lebaran (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Salah satu bukti kekompakan warga Dusun Kepuhbener, Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk tampak dalam pelaksanaan tradisi Gunungan Ketupat.

Sejarah

Mengutip situs NU Jatim, tradisi Gunungan Ketupat bermula saat masing-masing warga membuat ketupat namun hanya dibagikan sendiri.

Hal ini membuat tokoh agama dan masyarakat sepakat agar warga mengumpulkan ketupat buatannya menjadi satu. Selanjutnya, kupat yang dikumpulan ini ditradisikan menjadi gunungan ketupat.

Pertama Kali Digelar pada 2017

Pertama Kali Digelar pada 2017
Dok. Istimewa

Tradisi Gunungan Ketupat pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 silam. Pada 2024, tradisi yang digelar setiap tahun untuk memeriahkan lebaran ketupat ini sudah memasuki pelaksanaan ke delapan.

Pelaksanaan Tradisi Gunungan Ketupat

Kirab Gunungan Ketupat dimulai pukul 06.00 WIB. Mengutip situs NU Nganjuk, gunungan yang terdiri dari ribuan ketupat dan lauk diarak dari musala menuju Masjid Al Huda Kepuhbener. 

Sesampainya di Masjid Al-Huda, gunungan ketupat ini didoakan dan dibagikan ke semua pengunjung. Tradisi ini biasanya dihadiri ratusan orang, termasuk Muspika, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Freepik pvproductions

Tradisi Gunungan Ketupat dilaksanakan sepekan setelah Idulfitri. Sebelumnya, umat Islam melaksanakan puasa sunah Syawal selama enam hari. Tradisi ini adalah bentuk perayaan setelah menjalankan puasa enam hari.

Tujuan Tradisi Gunungan Ketupat

Tradisi Gunungan Ketupat bertujuan untuk melestarikan tradisi Jawa Islam, yaitu tradisi sedekahan dan mencintai selawat dengan guyub rukun antar warga.

Filosofi

Ketupat merupakan simbol pengakuan atas kesalahan yang telah dilakukan seseorang kepada Allah SWT dan sesama manusia.

Ketupat menjadi simbol maaf bagi masyarakat Jawa. Oleh karena itu, hari raya Idulfitri dan lebaran ketupat identik dengan makanan tersebut.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Fimela

Lebaran ketupat yang disemarakkan dengan arak-arakan Gunungan Ketupat di Kabupaten Nganjuk menjadi simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang.

Penasaran dengan kemeriahan Gunungan Ketupat di Nganjuk? Anda bisa datang ke kota ini tepat saat tradisi ini digelar, yakni pada H+7 Idulfitri.

Rekomendasi