Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyakit Kaki Gajah Serta Penyebab dan Cara Mengatasinya, Ini Lengkapnya

Mengenal Penyakit Kaki Gajah Serta Penyebab dan Cara Mengatasinya, Ini Lengkapnya Ilustrasi kaki bengkak. ©Shutterstock/Tyler Olson

Merdeka.com - Penyakit kaki gajah,yang dalam istilah medis dikenal sebagai filariasis, adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening.Terdapat tiga spesies cacing penyebab filariasis yaitu Wuchereria brancofti, Brugia malayi, dan Brugia timori.

Penyakit ini dapat merusak sistem limfe, menimbulkan pembengkakan pada tangan dan kaki, glandula mammae, scrotum, menimbulkan cacat seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan keluarganya, seperti yang dikutip dari persi.or.id.

Penyakit yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk ini secara tidak langsung dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja penderita, beban keluarga, dan kerugian ekonomi baik bagi pribadi maupun negara.

Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit tertua yangpaling melelahkan yang dikenal di dunia. Penyakit filariasis lymfatik merupakan penyebab kecacatan menetap dan berjangka lama terbesar kedua di dunia setelah kecacatan mental.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai penyakit kaki gajah beserta gejala dan cara mengatasinya yang patut untuk diketahui.

Mengenal Apa Itu Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah atau filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria (microfilaria) yang dapat menular dengan perantara nyamuk sebagai vektor, mengutip Infodatin Kemenkes RI. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapat pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap seumur hidup berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit tropis menular yang disebabkan oleh salah satu dari beberapa cacing parasit berbentuk benang. Dua spesies cacing yang paling sering dikaitkan dengan penyakit ini adalah Wuchereria bancrofti dan Brugia malayi.

Penyakit kaki gajah dapat menimbulkan dampak psikologis bagi penderita dan keluarganya. Akibatnya, penderita lantas tidak dapat bekerja secara optimal. Bahkan, sebagian besar penderita hidupnya menjadi bergantung pada orang lain sehingga menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

Gejala Penyakit Kaki Gajah

Mengutip dari raredisease.org, penyakit kaki gajah biasanya tidak menimbulkan gejala bagi para penderitanya. Namun, pada sebagian penderita, mereka mungkin akan mengalami episode peradangan akut pembuluh limfatik (limfangitis) bersama dengan suhu tinggi, menggigil, nyeri tubuh, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Jumlah cairan yang berlebihan dapat menumpuk (edema) di area yang terkena (misalnya, lengan atau kaki), tetapi penumpukan biasanya hilang setelah gejala lain hilang. Gejala ini juga bisa disertai dengan peradangan akut pada alat kelamin yang menyebabkan, pada pria, peradangan, nyeri dan pembengkakan testis (orkitis), jalur sperma (funiculitis), dan/atau saluran sperma (epididimitis). Skrotum bisa menjadi bengkak dan nyeri secara tidak normal.

Filariasis bancroftian mempengaruhi kaki dan alat kelamin. Varietas Melayu mempengaruhi kaki di bawah lutut. Beberapa penderita penyakit kaki gajah memiliki tingkat sel darah putih tertentu (eosinofilia) yang sangat tinggi selama episode gejala akut. Saat peradangan mereda, level ini kembali normal.

Penyakit kaki gajah dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening kronis (limfadenopati) bahkan tanpa gejala lain. Obstruksi jangka panjang dari pembuluh limfatik dapat menyebabkan beberapa kondisi lain. Ini termasuk akumulasi cairan di skrotum (hidrokel), adanya cairan limfatik dalam urin (chyluria), dan/atau pembuluh limfatik yang membesar secara tidak normal (varises).

Gejala lain mungkin termasuk edema progresif (elephantiasis) alat kelamin eksternal wanita (vulva), payudara, dan/atau lengan dan tungkai. Edema kronis dapat menyebabkan kulit menjadi tebal secara tidak normal dan memiliki tampilan "kutil".

Populasi yang Terdampak

Penyakit kaki gajah adalah penyakit umum di daerah tropis di dunia. Organisme W. bancrofti terdapat di seluruh Afrika, Asia, Cina, dan Amerika Selatan. B. malayi ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara.

Penyakit kaki gajah adalah kondisi yang sangat langka di Amerika Utara dan hanya terjadi jika organisme ini diimpor dari daerah tropis. Infeksi ditularkan oleh beberapa jenis nyamuk tropis yang mentransfer tahap larva organisme (mikrofilaria) dari satu inang ke inang lainnya.

Penyakit kaki gajah limfatik mempengaruhi sekitar 120 juta orang di seluruh dunia. Pelancong jangka pendek ke daerah endemik berisiko rendah terkena infeksi ini. Orang yang mengunjungi daerah endemik untuk waktu yang lama, dan terutama mereka yang berada di daerah atau situasi di mana mereka secara intens terpapar nyamuk yang terinfeksi, dapat terinfeksi penyakit kaki gajah ini.

Cara Mengatasi Penyakit Kaki Gajah

Pemberian dosis yang semakin meningkat dari salah satu obat anti-parasitisida utama adalah pengobatan untuk penyakit kaki gajah ini. Di antara obat-obatan tersebut adalah ivermectin, albendazole, dan diethylcarbamazine.

Obat ini bekerja untuk membasmi larva cacing, menginhiobit reproduksi cacing dewasa, atau membunuh cacing dewasa. Meskipun obat ini efektif, penggunaan masing-masing memiliki efek samping yang substansial (reaksi merugikan). Efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan antihistamin dan/atau obat anti-inflamasi.

Pembasmian cacing dewasa harus dilakukan dengan hati-hati karena konsentrasi cacing mati yang tinggi di dalam getah bening atau darah dapat memicu reaksi alergi dan abses yang berbahaya.

Pembedahan atau operasi juga dapat dilakukan untuk mengobati beberapa orang dengan penyakit kaki gajah yang mengembangkan akumulasi cairan yang tidak normal di skrotum (hidrokel).

Pembedahan juga dapat dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa cacing dewasa dan kalsifikasi yang berkembang di sekitarnya. Perawatan kaki gajah pada bagian kaki biasanya terdiri dari peninggian dan penyangga dari stoking elastis.

Di wilayah tropis dunia, pengendalian nyamuk merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit ini. Penyakit kaki gajah biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri kecuali terjadi infeksi ulang. Oleh karena itu dalam beberapa kasus, terutama yang dibawa ke wilayah beriklim sedang di dunia (yaitu, Amerika Utara), mungkin tidak diobati karena tidak ada bahaya penyebaran penyakit.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP