Mengenal Jenis Kulit Sensitif, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Dalam dunia perawatan kulit, terdapat beberapa istilah untuk kulit yang sering dilontarkan, seperti kulit berminyak, kombinasi, kering, rawan jerawat, dan kulit sensitif. Yang terakhir, yaitu kulit sensitif, adalah salah satu jenis kulit yang mungkin telah Anda dengar sepanjang waktu.
Bahkan, mungkin kulit sensitif adalah jenis kulit yang Anda miliki dan Anda tidak tahu bagaimana awal mula Anda memiliki jenis kulit tersebut dan bagaimana cara merawatnya dengan baik. Apakah jenis kulit sensitif adalah sesuatu yang dimiliki sejak lahir, atau dapatkah itu terjadi pada siapa pun? Apakah ada berbagai jenis atau derajat dalam kulit sensitif? Bahan umum perawatan kulit apa yang harus dihindari oleh seseorang dengan kulit sensitif?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan mengulas mengenai jenis kulit sensitif dengan mengetahui penyebab awal dan cara mengatasinya dengan tepat. Berikut penjelasannya, melansir dari allure.com.
Mengenal Jenis Kulit Sensitif
Jenis kulit sensitif adalah kulit yang lebih reaktif dari biasanya. Jenis kulit sensitif mudah teriritasi oleh unsur-unsur seperti angin, matahari, panas, atau dingin atau oleh produk topikal. Pemicu potensial lainnya dapat termasuk hormon, kurang tidur, dan bahkan polusi udara. Ketika terkena salah satu dari unsur-unsur pemicu ini, kulit sensitif dapat terasa seperti terbakar atau menyengat, memerah, dan terasa sangat tidak nyaman.
Jenis kulit sensitif disebabkan oleh ujung saraf di lapisan atas kulit yang teriritasi. Iritasi ujung saraf terjadi ketika penghalang alami kulit melemah atau dipecah oleh pemicu.
Pemicu potensial lain adalah produk perawatan kulit. Mereka yang memiliki kulit sensitif umumnya lebih reaktif terhadap sabun, deterjen, pewarna, dan pewangi dalam produk topikal. Menggunakan produk yang salah dapat menyebabkan gatal, kering, dan memerah. Inilah sebabnya mengapa rutinitas perawatan kulit Anda mungkin merupakan faktor yang paling menentukan apakah Anda benar-benar memiliki kulit sensitif atau tidak.
Sensitivitas kulit yang meningkat tidak hanya mengganggu dan tidak nyaman, tetapi juga dapat menandakan kondisi kulit yang mendasarinya, seperti eksim atau rosacea atau alergi.
Tingkat Kulit Sensitif
Sama seperti ada berbagai tingkat keparahan untuk kulit berminyak, kulit kering, dan kulit berjerawat, terdapat pula berbagai tingkat dalam jenis kulit sensitif. Kulit sensitif umumnya dapat dibagi menjadi empat jenis utama yaitu, sensitif secara alami, sensitif terhadap lingkungan, reaktif, dan tipis.
Kulit sensitif alami: Kulit yang sensitif secara alami biasanya bersifat genetik dan dapat dikaitkan dengan kondisi kulit yang meradang seperti eksim, rosacea, dan psoriasis.
Kulit sensitif terhadap lingkungan: Sesuai namanya, jenis sensitivitas ini dipicu oleh faktor lingkungan. Paparan sinar matahari, asap rokok, polusi udara - apa pun yang bersentuhan dengan kulit dapat membuatnya menjadi radang yang menyengat dan teriritasi.
Kulit reaktif: Jenis kulit ini menjadi merah dan meradang disebabkan oleh produk perawatan kulit. Produk-produk tersebut akan menghasilkan kulit yang sangat merah, terasa panas dan teriritasi. Seringkali orang yang memiliki kulit sensitif reaktif akan melihat papula atau pustula terbentuk di tempat iritasi.
Kulit tipis: Seiring bertambahnya usia, kulit secara alami akan berubah menjadi lebih tipis, dan kulit yang lebih tipis biasanya mudah teriritasi.
Bahan Perawatan Kulit yang Harus Dihindari Kulit Sensitif
Karena ada berbagai tingkat dan penyebab kulit sensitif, maka setiap orang memiliki penanganan yang berbeda-beda terhadap kulit sensitifnya. Berkonsultasi dengan dokter kulit adalah cara terbaik untuk mencari tahu pemicu sensitivitas kulit Anda sendiri. Namun secara umum, mereka yang memiliki kulit sensitif sebaiknya tidak menggunakan produk perawatan pribadi yang mengandung pewangi dan pewarna.
Aturan yang sama berlaku juga untuk kulit tubuh. Bahkan, pada sebagian orang, apabila kulit mengalami kontak langsung dengan deterjen cucian yang sangat wangi atau mengandung pewarna akan langsung dapat menyebabkan reaksi. Jadi sebaiknya, pilih deterjen yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif.
Mengenai perawatan kulit secara khusus, jenis kulit sensitif sebaiknya menghindari sulfat, eksfoliasi seperti glikolat, asam salisilat, dan retinoid. Untuk rutinitas perawatan kulit, khususnya saat langkah pembersihan, sebaiknya jangan menggosok wajah/kulit dengan terlalu keras. Mencuci wajah terlalu sering juga akan mengiritasi kulit sensitif dan menyebabkan kekeringan yang berlebihan. Sebaliknya, gunakan pembersih wajah berbahan ringan dan lembut, bukan sabun atau scrub.
Rekomendasi Bahan yang Dapat Digunakan Kulit Sensitif
Bagi pemilik jenis kulit sensitif, ada baiknya untuk mencari produk yang dapat menjaga dan memelihara penghalang kulit atau skin barrier. Gliserin, asam hialuronat, dan shea butter adalah humektan dan emolien yang menarik dan menutup kelembapan. Ceramida dan asam lemak akan mengisi lapisan ganda lipid pada kulit sensitif.
Mengenakan make up tidak sepenuhnya dilarang, asalkan Anda memilih kosmetik yang tidak akan memicu iritasi. Direkomendasikan untuk mencari produk make up berbahan mineral dan foundation berbasis silikon. Jangan gunakan kosmetik tahan air, karena nantinya Anda membutuhkan pembersih khusus untuk menghilangkannya. Pembersih khusus ini mungkin dapat memicu iritasi pada kulit. Untuk make up mata, gunakan pensil alis dan bukan eyeliner cair. Karena, eyeliner cair dapat mengandung lateks, yang dapat menyebabkan reaksi alergi.
Ingat, jika kulit Anda menjadi merah, tidak nyaman, kering, kencang, atau umumnya tidak nyaman ketika terkena salah satu pemicu yang disebutkan di atas, upayakan untuk segera mengunjungi dokter kulit bersertifikat. Mereka akan membantu menentukan penyebab tepat yang memperburuk kondisi kulit Anda serta dapat memberi tahu cara merawat kulit sensitif milik Anda dengan lebih tepat.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya